Just a Little Bee

May 15, 2006

Meneladani Akhlak Rasulullah SAW

Filed under: Cinta Rosul

Dalam rangka memperingati maulid Nabi SAW, aku pengen nulis ini…

MENELADANI AKHLAK RASULULLAH SAW UNTUK KUALITAS HIDUP YANG LEBIH BAIK

Rasulullah SAW merupakan sosok manusia dengan pribadi yang sangat agung, yang setiap gerak dan sikapnya penuh kebaikan dan kasih sayang.

Rasulullah SAW adalah manusia yang secara fisik memiliki kesamaan sifat kemanusiaan seperti manusia lainnya, sama juga seperti manusia yang hidup pada saat ini. Memerlukan udara untuk bernafas, memerlukan makanan dan minuman untuk melangsungkan hidup, juga memiliki syahwat dan kecenderungan terhadap lawan jenis.
Yang membedakan Rasulullah SAW dengan manusia lainnya adalah keagungan budi pekerti, keindahan ahlak, serta kelebihan yang Allah SWT berikan sehubungan dengan tugasnya sebagai nabi dan rasul(mukjizat).

Pada saat Penulis berniat menulis tentang Rasulullah SAW ini, tiada niat untuk menggurui siapapun apalagi merasa sudah berakhlak seperti Baginda Rasul, hanya berkeinginan untuk mengajak dan memotivasi diri sendiri juga orang lain untuk meneladani sifat dan berakhlak seperti Rasulullah SAW, karena Rasulullah Muhammad SAW merupakan protitipe manusia dengan sifat-sifat yang merepresentasikan sifat-sifat Allah SWT.

Jika kita renungkan lebih dalam, mengapa Allah SWT sampai mengutus Rasulullah SAW, itu karena kasih sayang-Nya kepada manusia, supaya kita mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Allah SWT menyayangi kita dengan memberikan bimbingan kepada umat manusia melalui makhluk dari jenisnya sendiri(manusia), sehingga tidak alasan bagi kita untuk tidak bisa mencontohnya.

Sifat dan akhlak Rasulullah SAW begitu sempurna dan memenuhi semua yang dibutuhkan oleh semua manusia, karena semua berasal dari Allah SWT yang menciptakan manusia. Ibaratnya seorang insinyur yang menciptakan robot, dia sangat tahu apa yang dibutuhkan oleh makhluk ciptaannya. Allah SWT memerintahkan manusia untuk menyayangi dan mengasihi orang lain, karena sudah fitrahnya setiap manusia ataupun makhluk lainnya ingin dikasihi dan disayangi. Orang jahat sekalipun, dia ingin dikasihi orang lain. Oleh karena itu, Allah SWT mengutus Rasulullah SAW dengan sifatnya yang sangat pemurah, penyayang dan paling lemah lembut terhadap orang lain.

Setiap gerak, sikap dan sifat Rasulullah SAW sehari-hari merupakan teladan yang sangat baik yang dibutuhkan setiap manusia dalam menjalankan hidup sebaik-baiknya. Suatu sikap hidup yang disukai oleh makhluk-makhluk juga oleh Sang Pencipta.

Saya akan menyajikan berbagai sikap dan contoh perilaku Rasulullah SAW yang jika kita amalkan, insya Allah akan memperbaiki setiap sisi kehidupan kita. Dimulai dari akhlak dalam kehidupan pribadi, berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

1. Akhlak Rasulullah SAW dalam Kehidupan Pribadi
Akhlak Rasulullah SAW sebagai seorang manusia secara pribadi, dapat kita contoh dalam kegiatan Beliau sehari-hari, mulai dari cara beliau tidur, makan, minum, berjalan, tersenyum, berbicara, marah, tertawa, beribadah pada-Nya, dan lain sebagainya.

1.1 Rasulullah SAW Tidur
Rasulullah SAW biasa tidur di awal malam, dan bangun di sepertiga malam terakhir.
Selain itu, Rasul juga melarang kita untuk menceritakan mimpi yang jelek, dan bersyukur kepada Allah SWT jika bermimpi indah, serta diperbolehkan untuk menceritakannya kepada yang lain.

Hikmah:
Kebiasaan bangun di penghujung malam kemudian melaksanakan shalat malam, memiliki efek positif terhadap tubuh dan pikiran manusia. Bagaimana tidak, setelah seharian penat bekerja, disibukkan oleh berbagai kegiatan dan tugas-tugas yang kadang membuat manusia stres, jiwa manusia memerlukan suatu “refreshing”, penenangan, dan pemulihan semangat. Dengan bangun di penghujung malam yang hening, di saat kebanyakan orang sedang terlelap tidur dan terbuai di alam mimpinya, kita bangun untuk mendekatkan diri pada-Nya, mengingat-Nya(dzikrullah) dan bermuhasabah(introspeksi diri).
Kebiasaan seperti ini akan membuat manusia selalu mawas diri dan menyadari akan tugas hidupnya di dunia, segala tindakannya akan senantiasa terkendali, dan akan selalu mendapatkan semangat hidup yang positif untuk memaknai sisa hidupnya.

Sedangkan kebiasaan mensyukuri mimpi yang indah serta menceritakannya kepada yang lain, adalah hal yang baik, karena dengan bersyukur menyebabkan manusia berpikir positif dan mungkin akan menjadi sugesti yang baik bagi yang bersangkutan. Sedangkan larangan untuk menceritakan mimpi yang tidak baik, bertujuan untuk menghindari sugesti yang jelek yang menyebabkan berkurangnya produktifitas orang yang bersangkutan, dikarenakan selalu dihantui oleh mimpi jeleknya.

1.2 Rasulullah SAW Makan dan Minum
Rasulullah SAW selalu memulai makan atau minum dengan membaca basmalah, menggunakan tangan kanan. Beliau juga sangat memperhatikan kehalalan dan kesederhanaan makanannya. Rasul hanya makan makanan yang dihalalkan oleh-Nya, sedangkan kesederhanaan yang dimaksud di sini adalah dari segi jumlahnya, Beliau tidak makan berlebihan; beliau makan di saat lapar dan berhenti sebelum kenyang.

Hikmah:
Kebiasaan memulai makan atau minum dengan membaca basmalah, adalah salah satu bentuk syukur kita atas semua rezeki dan nikmat yang Allah SWT berikan. Menjaga kehalalan dan kesederhanaan makanan yang kita konsumsi, memiliki efek yang sangat baik terhadap tubuh, karena makanan yang dihalalkan Allah SWT sudah pasti memiliki kandungan-kandungan zat yang sangat baik untuk tubuh manusia, begitupun dalam kesederhanaan jumlah makanan yang masuk ke tubuh, hal ini juga akan berefek pada kerja organ-organ pencernaan.

1.3 Rasulullah SAW Tersenyum, dan Berbicara
Rasulullah SAW adalah seorang yang sangat mulia akhlaknya, manis sikapnya, dan sangat terjaga ucapannya. Beliau selalu tersenyum dan menyapa siapa saja yang dijumpainya. Beliau tidak berbicara kecuali yang penuh manfaat, dan menganjurkan lebih baik diam daripada berbicara sia-sia. Cara berbicaranya sangat tenang, sehingga ucapannya jelas, dan tujuannya yang ingin disampaikannya pun bisa dimengerti oleh siapa saja yang menjadi pendengarnya.

Hikmah:
Sikap yang ramah dan murah senyum akan membuat orang lain senang, merasa aman, dan jauh dari perasaan terancam. Dengan demikian, akan menumbuhkan serta menguatkan tali silaturahmi.

Sedangkan kebiasaan untuk berbicara yang baik akan menghindarkan manusia dari kecelakaan yang disebabkan oleh lisannya. Begitu juga dengan cara bicara yang tenang dan jelas, akan membuat pesan yang ingin kita sampaikan dapat dengan mudah diterima oleh orang yang kita maksud.

1.4 Rasulullah SAW Berjalan dan Bergaul
Rasulullah SAW selalu berjalan dengan sikap yang wajar dan optimis, tidak bersikap sombong atau takabur di hadapan orang yang ditemuinya. Beliau selalu mendahului untuk menyapa dan mengucapkan salam; jika ada orang yang menyapa maka beliau akan berpaling dengan seluruh tubuhnya menghadap orang yang menyapanya. Beliau juga sangat menjaga pandangan terhadap laki-laki maupun perempuan. Rasul pun melarang berbaurnya laki-laki dan perempuan di jalanan.

Hikmah:
Sikap yang wajar dalam berjalan, serta memalingkan wajah dan seluruh badan merupakan bentuk penghargaan terhadap orang lain, hal ini juga yang akan menjauhkan manusia dari permusuhan, bahkan sebaliknya akan menumbuhkan tali silaturahmi atau bahkan menguatkan ikatan yang sudah terjalin.

Kebiasaan menjaga pandangan, akan menyelamatkan manusia dari kecelakaan yang bermula dari mata yang menyebabkan nafsu syahwat. Begitupun dengan larangan berbaurnya laki-laki dan perempuan, hal ini akan menjauhkan dari perbuatan maksiat, memuliakan wanita dari pelecehan dan kejahatan.

2. Akhlak Rasulullah SAW dalam Berkeluarga
2.1 Anjuran Rasulullah SAW untuk menyegerakan menikah
Menikah merupakan salah satu sunnah Rasul yang sesuai dengan fitrah manusia, yaitu memiliki hasrat dan kecenderungan terhadap lawan jenis.

2.2. Rasulullah SAW Memperlakukan Isteri-Isterinya
Beliau adalah seorang suami yang sangat bertanggung jawab, menafkahi isteri-isterinya, baik lahir maupun batin. Beliau sangat memuliakan isteri dan anak-anak. Pernah suatu saat, salah seorang isterinya mau menaiki unta, beliau berjongkok dan memberikan pahanya untuk dijadikan tumpuan oleh isterinya. Di dalam kisah lain juga disebutkan, bahwa beliau melindungi wajah salah seorang isterinya dengan kain sorban di siang hari yang sangat terik. Di dalam rumah pun, beliau tidak pernah bersikap kasar jika ada hal yang tidak berkenan, beliau memanggil isteri-isterinya dengan panggilan yang disukai dan senantiasa penuh kelembutan.

Hikmah:
Dengan menikah, manusia akan memiliki media yang penyaluran hasrat seksual yang lebih mulia daripada binatang, sah dan terhormat di hadapan Allah SWT dan manusia lainnya, serta bisa menjauhkan diri dari pergaulan bebas yang menghinakan diri dan keluarganya. Menikah dan berumah tangga juga merupakan sarana pendewasaan manusia dalam hal berpikir dan bersikap, mereka terkena hak dan kewajiban satu sama lain untuk saling memahami, saling mengasihi, mau berkorban satu sama lain, dan saling menjaga amanat yang diembannya.

Menikah merupakan salah satu sarana ibadah yang sangat agung dan indah. Pantaslah jika Rasul menganjurkan para pemuda untuk menikah di awal masa mudanya(yang telah akil baligh) untuk menyegerakan menikah, karena di dalamnya terdapat banyak kebaikan.

3. Akhlak Rasulullah SAW dalam Bermasyarakat
Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, tangannya ringan untuk memberi dengan apa yang ada di sisinya. Beliau kadang berhutang, kemudian membayarnya lebih besar dari hutangnya. Beliau juga membeli sesuatu tanpa menawar kemudian memberikannya pada penjualnya. Rasul juga sering menerima hadiah kemudian membalasnya dengan yang lebih banyak dan lebih baik.

Hikmah:
Kebiasaan memberi atau berkorban untuk orang lain, akan menjauhkan manusia dari sifat-sifat tercela(egois, tamak, kikir, dsb). Orang yang pemurah, pengasih akan senantiasa memikirkan kebaikan untuk orang lain, dan menjauhi hal-hal yang akan merugikan orang lain, misalnya: penyalah gunaan jabatan untuk kepentingan pribadinya, korupsi (mengambil hak orang lain).

4. Kepemimpinan Rasulullah SAW
Rasulullah SAW adalah seorang pemimpin yang demokratis, selalu mengutamakan musyawarah dalam kepemimpinannya. Jika ada pendapat dari seseorang yang beliau anggap benar, maka beliau akan mengamalkannya.

Sikap Rasul yang demokratis ini merupakan salah satu kunci keberhasilannya dalam memimpin umat. Beliau sangat bijaksana, tetap pemaaf dan lemah lembut menyikapi segala perbedaan.
Rasul juga seorang panglima perang yang berani, beliau selalu ada di barisan paling depan pada setiap pertempuran.

Hikmah:
Perbedaan merupakan salah satu fitrah kehidupan, yang terpenting adalah bagaimana sikap kita dalam menghadapinya. Cara terbaik untuk menyikapi perbedaan itu adalah dengan bermusyawarah. Jabatan sebagai pemimpin bukan berarti menghalangi manusia untuk menerima kebenaran dari siapapun, termasuk dari bawahannya sekalipun.

Sedangkan jiwa patriotis dari seorang pemimpin bisa menjadi motvasi yang sangat kuat bagi pengikutnya untuk mencontoh dan melakukan hal yang sama dengan pemimpinnya. Hal inilah yang akan membuat suatu negara menjadi kuat.

5. Akhlak Rasulullah SAW dalam Perekonomian
Rasulullah SAW adalah salah satu contoh seorang enterpreneur. Di awal masa remajanya, Beliau telah ikut pamannya berdagang ke negeri Syam. Akhlak Rasul dalam berdagang dan menjalankan bisnisnya adalah selalu berusaha memuaskan mitra bisnisnya, senantiasa jujur dan adil. Sehingga mitra bisnis tidak pernah mengeluh dan kecewa.

Hikmah:
Dengan memiliki etos kerja yang tinggi, manusia akan terhindar dari kemiskinan dan kekurangan materi, hal ini karena setiap manusia itu sebenarnya sudah memiliki jatah rezeki masing-masing, tinggal bagaimana usaha mereka dalam menjemput rezeki yang sudah disediakan oleh-Nya. Jiwa enterpreneur/wirausaha membuat manusia tidak menggantungkan nasibnya pada orang lain. Dia bisa menciptakan lapangan kerja sendiri, tanpa meminta kepada orang lain untuk mempekerjakannya. Wirausaha membuat orang terbiasa untuk memberi, bukan meminta. Akhlak yang baik terhadap rekan bisnis pun sangatlah penting, karena hal ini akan menentukan kelangsungan hidup perusahaan dan melanggengkan kerja sama yang saling menguntungkan.

Masih banyak contoh akhlak Rasulullah SAW yang harus kita tahu dan kita terapkan dalam kehidupan kita.

Akhir kata, masih banyak kekurangan dan hal-hal yang harus penulis perbaiki, dan semoga kita sama-sama bisa terus memperbaiki diri. Semoga tulisan ini bisa menjadi motivator untuk kita semua, memperbaiki diri, dimulai dari diri sendiri, dari hal kecil dan dari saat ini, dengan menjadikan Rasulullah SAW sebagai sosok rujukan. Semoga sisa hidup kita lebih baik, dan kembali pada-Nya dalam keadaan khusnul khatimah.

Wassalamualaikum Wr.Wb

40 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://littlebee.blogsome.com/2006/05/15/dalam-rangka-maulid-nabi/trackback/

  1. bagaimana caranya kita mendapatkan hidayah?
    klau dicari bagaimana yang harus dilakukan?

    Comment by Robi — September 10, 2007 @ 7:22 am

  2. assalamualaikum.
    wah makasi ya, berkat tulisan ne Q jadi lebih ngerti tentang mencintai rasul juga sekaligus sbg refrensi tuk nyelesaiin tgsQ.ok, thnks yuph.lam knal aj…..
    wassalam.

    Comment by isti — January 11, 2008 @ 4:20 am

  3. very very useful. especially for my research on how Rasulullah saw is a great role model akhlak-wise

    Comment by ida — February 7, 2008 @ 12:58 pm

  4. Terima Kasih…. mudah-mudahan menjadikan manfaat bagi kita semua….

    Comment by Wartono — March 23, 2008 @ 3:34 am

  5. saya sangat senang membacanya.hati saya tersentuh….mksh

    Comment by tati — May 7, 2008 @ 2:42 am

  6. This write is beautiful, apalagi yang ditulis adalah akhlak seorang figur terbesar sepanjang zaman. thanks this give me the inspiration to continue write my skripsi.. semoga Allah menjadikan kita sebagai umat yang mendapat pertolongan dari Rasulullah Saw pada hari kiyamat nanti. Amiin.

    Comment by muhammad rouf — June 7, 2008 @ 2:36 pm

  7. Subhanallah.., tulisan yang bagus sekali..
    semoga kita tetap istiqomah meneladani sifat beliau.., Rasul kita.., qudwah kita Rasulullah SAW sampai akhir hayat.. Amiin

    Comment by ria fahleny — September 9, 2008 @ 3:25 pm

  8. setelah saya membaca tentang akhlak rasul ini wah…bagus ssekali

    Comment by lia rusmanasari — September 19, 2008 @ 1:32 am

  9. luar biasa. insya Allah kalau kita selalu istiqomah mencontoh akhlak Rasuluulah, kebahagiaan dunia dan akhirat aan kita raih

    Comment by yafis — October 14, 2008 @ 8:16 am

  10. subhanallah…benar2 indah akhlak Rasulullah…
    semoga gak hanya di baca ajh tapi jg di amalkan. insya allah…

    Comment by firda — May 20, 2009 @ 6:25 am

  11. Subhanallah… semakin tumbuh perasaan cinta kpd rasulullah setelah membaca ini. Terima kasih…

    Comment by Wanda — May 29, 2009 @ 12:38 pm

  12. Ingin rasanya, diri ini menjadi seperti Rasulullah…
    Ingin rasanya, hati ini menatap teduh indahnya senyum Rasulullah…

    Comment by riza_2310 — June 11, 2009 @ 9:06 am

  13. ya kita sebagai manusia terutama yang masih awam harus paham betul dengan ahlak rosul supaya mamtimya tidak terjerumus

    Comment by mohh shohib — June 28, 2009 @ 7:54 am

  14. Aslkm…
    mohon izin…
    minta artikelnya insyaALLAH nanti di edit dikit…

    Semoga bisa bermanfaat buat yg lain…

    Comment by fauzan — July 23, 2009 @ 3:42 pm

  15. sungguh… perilaku yang bisa dijadikan contoh yang sangat lengkap. insya allah kita selalu bisa meneladani perilaku beliau

    Comment by dwi handoko — August 28, 2009 @ 4:37 pm

  16. permisi,,,,,,,,, saya copi ya ……

    Comment by putmartin — October 13, 2009 @ 7:03 am

  17. ingin sekali salam rinduku,cintaku,sayangku tersampaikan kepada Rasul……
    dan juga ingin sekali untuk melihat dari dekat makam para Rasul

    Comment by Putri — October 23, 2009 @ 1:16 am

  18. syukron ya ats infonya. saya pgn bgt mimpi jumpa dg Rasulullah SAW. slm knal ya.. ;)

    Comment by Jauhari — December 2, 2009 @ 2:09 am

  19. sebuah bahan perenungan yang bagus… thanks ya..

    Comment by lila anggoro — March 20, 2010 @ 8:27 pm

  20. alhamdulillah.. segala puji bagi Allah yg menganugerahkan nikmat iman dan islam kepada kita, semoga kita termasuk dalam golongan hamba-hambaNya yang sholeh, aamiin..

    afwan, ana ijin copas yah.. i do like to read this page ^^, sungguh menggugah hati ketika membaca akhlak Rasulullah, so perfect :D

    Comment by aunty nana — March 29, 2010 @ 10:06 pm

  21. Tulisan Anda cukup bagus untuk memberikan wacana akhlak rosul kepada umatnya….kita tunggu lanjutannya thank’s

    Comment by Ambari Setiawan — April 10, 2010 @ 9:55 am

  22. subahanallah walhamdulillah wallahu akbar…jazakumullah saudaraku…mg Allah anugerahkan kita akhlak sebagaimana akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam….

    bagus saudaraku…lanjutkan lagi ya….

    Comment by arif m — April 11, 2010 @ 11:14 am

  23. terima kasih, dengan adanya tulisan ini dapat membantu tugas-tugas saya…..

    Comment by resti — April 30, 2010 @ 10:55 am

  24. tiada kata lain yang bisa terucap selain Subhanallah, itulah akhlak dari manusia paling mulia di muka bumi ini, Rasulullah saw. semoga kita semua menjadi pengikutnya hingga akhir nanti. amin.

    Comment by omdedi — May 5, 2010 @ 2:25 pm

  25. syukron katsiron…semoga kita dapat saling bersilaturrahim agar dapat sharing seputar agama…terima kasih..waslm

    Comment by fatwa — June 13, 2010 @ 9:57 am

  26. begitu mulia aqlakmu….ku berusaha meneladanimu

    Comment by samiyono — July 22, 2010 @ 4:01 am

  27. saya guru mau mengajarkan akhlak roaul. trimakasih…artikelnya sangat membantu..

    Comment by bunda lia — August 19, 2010 @ 12:39 am

  28. makasih ya artikelnya, ane minta ijin buat copas ya neng.

    Comment by iraya — September 9, 2010 @ 8:54 am

  29. Mau tanya nih, bagaimana kehidupan seks sang nabi?

    Comment by sogol — September 15, 2010 @ 3:16 pm

  30. As.w.w.sukran atas tulisannya yang sgat bgus.btw kalo etos kerja nabi bagai mana y?

    Comment by Muhammad Taufik — October 15, 2010 @ 11:55 pm

  31. subahanallah,sungguh mulia akhlak mu BAGINDA RASUL,semoga salam dan shalawat selalu tercurah untuk mu,amiieen

    Comment by dhoddy — November 10, 2010 @ 1:03 pm

  32. subhanalloh…

    Comment by want — January 9, 2011 @ 3:28 am

  33. sebaik-baik teladan hanyalah rosulullah…terimakasih atas tulisannya

    Comment by yoma — February 20, 2011 @ 2:47 am

  34. bagus bgt penulisanya,, tp tmbh lbh bnyk lg y biar q jd smngt bca,,,,,,,,,

    Comment by anik — February 25, 2011 @ 2:21 pm

  35. Alhamdulillah …. sangat aplikatif….semoga Allah memudahkan kita mengikuti segala yang telah ditauladankan kekasihNya… Amin

    Comment by Ida Sri S — April 15, 2011 @ 2:55 am

  36. Assalamualaikum…, Nice Artikelnya mengenai Rosulullah SAW Izinkan saya mengcopi ya…?

    Wassalam

    Comment by adi — April 29, 2011 @ 9:12 am

  37. وانك لعلى خلق عظيم

    Comment by subki — June 6, 2011 @ 10:03 pm

  38. Makasih banyak ya udah beritau ini adalah hal yg baik untuk saya :)

    Comment by Muhlisah — November 13, 2011 @ 10:14 am

  39. subhanallah semoga aku bisa mencontoh teladan rasullullah…

    Comment by ayuningtyas firmanto — December 8, 2011 @ 1:43 am

  40. bagus, mantep.. tp klo bs sih diatas tuh banyak kalimat2 yg seharusnya anda cantumkan hadist’y yg lengkap, jangan cm anda ambil inti’y tanpa mengurai hadist’y, jgn smpai jd slah faham dan terkesan mengarang, mkasih

    Comment by aldino benhardi — May 13, 2012 @ 3:09 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>























Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M