Just a Little Bee

July 10, 2007

ILMU

“Ilmu itu untuk diamalkan, bukan untuk dihapal sebagai teori, dan bukan untuk sekedar disampaikan kepada sesama.
Anda berpengetahuan, amalkan ilmumu, lalu kemudian sampaikan kepada yang lain!
Bila anda meraih ilmu, lalu anda amalkan, maka ilmu akan berbicara tentang dirimu.
Bila anda diam, anda berbicara dengan perilaku,lebih banyak dibanding berbicara dengan lisan.”

— Orang yang tidak memberikan manfaat padamu, maka tidak akan berguna pula nasehatnya —

(Syeikh Abdul Qadir Al-Jilany)

January 16, 2007

[TAUSYIAH]JENIS KELUARGA

Filed under: Agama

Tulisan ini merupakan sebagian tausyiah pengantar dari sinetron religi yang ditayangkan RCTI, tanggal 16 April 2006, narasumbernya adalah Hj.Neno Warisman.

Adapun inti tausyiahnya adalah, bahwa ada 6 jenis rumah tangga, yaitu:

1. Masjid
Rumah tangga yang berfungsi sebagai mesjid, di dalamnya berisi aktifitas untuk beribadah, dan makin mendekatkan diri padaNYA.
Setiap orang yang ada di dalamnya berbuat dan bersikap, semata untuk beribadah. Saling menyayangi dan mencintai semata untuk mendapatkan keridhaan-NYA.

2. Sekolah
Rumah tangga yang berfungsi sebagai sekolah, menjadikan rumah tidak hanya sebagai tempat berteduh, tetapi juga sebagai tempat untuk belajar, ada yang berperan sebagai guru, dan ada juga yang berperan sebagai murid.
Di rumah, ada sosok yang menjadi teladan, panutan, dan dihargai, yang berperan sebagai guru, ini biasanya diperankan oleh orang tua, kakak, dan yang lebih tua usianya. Sedangkan yang berperan sebagai murid, biasanya anak-anak.

3. Pasar
Setiap aktivitas di dalamnya seperti yang terjadi di pasar. Ada transaksi jual-beli, satu pihak mencari keuntungan dari pihak lainnya.

4. Rumah Sakit
Setiap penghuni rumah adalah orang-orang yang “sakit”, baik lahir maupun batin-nya.

5. Kuburan
Setiap penghuni rumah adalah orang-orang yang telah “mati”, mati jiwanya.

6. Hotel
Penghuni rumah ini tidak pernah sama, selalu berubah, datang dan pergi sesuka hatinya. Rumah hanya sebagai tempat singgah sementara saja.
Naudzubillah.

Semoga rumah tangga kita termasuk rumah tangga sejenis “Mesjid” atau “Sekolah”.
Aamiin.

May 4, 2006

Kedermawanan Rasulullah Muhammad SAW

Filed under: Agama

Ibnul Qayyim berkata ketika mensifati Rosululloh dlam hal kedermawanannya.

Beliau adalah manusia yang paling banyak sedekahnya dengan apa saja yang beliau miliki. Beliau tidak pernah menganggap banyak apa yang beliau berikan karena ALLOH SWT, tidak juga meremehkannya. Tidak pernah ada seseorang yang meminta sesuatu kecuali beliau memberikannya, baik sedikit maupun banyak. Pemberian beliau adalah pemberian seorang tidak takut miskin. Memberi dan sedekah adalah sesuatu yang sangat beliau sukai. Bahkan kegembiraan beliau melebihi kegembiraan orang yang menerimanya. Beliaulah orang yang paling pemurah. Tangan kanannya ibarat angin yang bertiup(ringan memberi).

Apabila beliau melihat ada seseorang yang membutuhkan maka beliau mengutamakan orang itu daripada dirinya sendiri. Kadang dengan makanannya, kadang dengan pakaiannya. Beliau memvariasikan pemberiannya, kadang dengan hibah, kadang dengan sedekah(kepada orang-orang miskin), kadang dengan hadiah kepada kawan dan kerabat), kadang dengan membeli sesuatu kemudian memberikan kepada penjualnya harga sekaligus barang yang telah dibelinya.

Terkadang beliau hutang sesuatu kemudian membayarnya dengan yang lebih banyak dan lebih besar dari hutangnya. Sering beliau membeli sesuatu kemudian membayar lebih dari harganya. Beliau biasa menerima hadiah kemudian membalasnya dengan sesuatu yang lebih banyak bahkan berlipat-lipat dari apa yang beliau terima. Sedekah yang beliau berikan tidak hanya dengan apa yang beliau miliki, tapi dengan kata-kata dan sikapnya. Beliau memberikan dengan apa yang ada di sisinya, mengajarkan orang lain untuk bersedekah dan memotivasi, menyeru kepadanya dengan keadaan dan perbuatannya. Sehingga seandanya ada orang yang bakhil lagi kikir melihat beliau, maka keadaan beliau mendorongnya untuk memberi. Siapapun yang bergaul dan bersahabat dengan beliau, maka dia akan bersifat dermawan dan pemurah.

Petunjuk beliau menyeru kepada kebaikan dan ma’ruf, oleh karena itu beliau adalah manusia yang paling lapang dadanya, paling baik jiwanya dan paling senang hatinya. Karena bersedekah dan berbuat baik itu memiliki pengaruh yang ajaib untuk melapangkan dada, ditambah lagi dengan apa yang telah ALLOH SWT khususkan bagi beliau berupa kelapangan dada dengan anugerah kenabian dan kerasulannya.

Kedermawaan beliau membuat hati yang kasar menjadi luluh, bahkan sampai memeluk Islam. Rosululloh mengajarkan kepada para sahabat bahwa sedekah tidaklah membuat harta seseorang menjadi berkurang bahkan setiap hari ada dua malaikat turun dari langit, salah satu malaikat berdoa seperti ini,” Ya Alloh berilah ganti bagi orang yang berinfak”, sedangkan malaikat yang satu lagi, ”Ya Alloh, berilah penyusutan pada orang yang menahan hartanya.”(HR. Bukhari Muslim)

Rosululloh berinfak di kala tidak punya, dan memberi walaupun dalam kefakiran. Beliau mengumpulkan harta rampasan kemudian membagi-bagikannya pada saat itu juga dan beliau tidak mengambilnya barang sedikit pun. Hidangannya tersaji untuk siapapun yang singgah. Beliau berinfak, dan memberi makan orang yang lapar dari makanannya. Beliau mengutamakan orang yang membutuhkan dengan tangannya sendiri, beliau melapangkan siapapun yang membutuhkan dengan apa yang ada di sisinya, dan beliau selalu mendahulukan orang lain dari dirinya sendiri.

February 22, 2006

Siapakah MUHAMMAD SAW?

Filed under: Agama

Dari sebuah milist:

ENCYCLOPEDIA BRITANNICA

“Sejumlah besar sumber awal menunjukkan bahwa dia
adalah seseorang yang jujur dan berbudi baik yang
dihormati dan ditaati orang-orang yang sepertinya
(jujur dan berbudi baik) (Vol. 12)” (more…)

February 14, 2006

Lima Kegelapan dengan Lima Lentera

“Ada lima macam kegelapan yang akan diterangi oleh lima lentera.
Pertama, mencintai dunia itu adalah kegelapan jiwa, lenteranya adalah takwa.
Kedua, perbuatan dosa itu juga menimbulkan kegelapan jiwa, lenteranya adalah taubat.
Ketiga, alam kubur itu adalah tempat yang gelap. Lenteranya adalah kalimah Tauhid dan Syahadat.
Keempat, alam akhirat itu merupakan kegelapan, lenteranya adalah amal shalih. dan
Kelima, shirat(titian) itu merupakan kegelapan, lenteranya adalah keyakinan.”

(Abu Bakar Ash Shiddiq ra)

January 11, 2006

Kemenangan

Ciri kemenangan yang utama menurut Nabi,
* memberi kepada yang kikir kepada kita
* memaafkan ketika mampu membalas
*mengunjungi orang yang memutuskan silaturahmi
(Aa Gym)

January 3, 2006

Rezeki terbesar

“Kian bening hati, kian peka terhadap ladang amal,
kian mudah berbuat kebaikan.
Ketahuilah…
rezeki terbesar kita bukanlah sesuatu yang didapatkan,
melainkan sesuatu yang kita lakukan.”
(Aa Gym)

December 13, 2005

Berbuat baik…

“Berbuat baik itu nikmat, dan jauh lebih nikmat kalau kita menyembunyikannya, ikhlas karena Alloh semata…!Nikmat akan pudar, bila kita ceritakan karena ingin pujian manusia.” (Aa Gym )






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M