Just a Little Bee

January 19, 2007

[CINTA]MENCARI EMAS 24 KARAT

Filed under: Cerita Berhikmah

*** dari sebuah milist ***

Keping Emas atau Kuningan
[ … When Love Must Choose … ]

Alkisah ada seorang raja yang kaya raya dan sangat
baik. Dia mempunyai banyak sekali emas dan kuningan,
sehingga antara emas dan kuningan tercampur menjadi
satu. Suatu hari raja yang baik hati ini memberikan
hadiah emas kepada seluruh rakyatnya, dia membuka
gudangnya lalu mempersilakan rakyatnya mengambil
kepingan emas terserah mereka.

Karena antara emas dan kuningan tercampur menjadi
satu maka sulit sekali membedakan, mana yang emas dan
mana yang kuningan, lantas mana yang kadar emasnya 24
karat atau mana yang emasnya cuma 1 karat. Namun ada
peraturan dari sang raja yaitu apabila mereka sudah
memilih dan mengambil satu dari emas itu, mereka tidak
boleh mengembalikannya lagi dengan alasan apapun.
(more…)

January 15, 2007

[CERITA] ANAK PINTER

Filed under: Cerita Berhikmah

*** dari milist, mohon maaf kalo ada istilah gaul yg tidak sempat diedit, hehe… ***

Kisah ini terjadi disuatu pagi yang cerah, yaa.. mungkin tidak begitu cerah
untuk seorang ayah yang kebetulan memeriksa kamar putri nya…

Dia mendapati kamar itu sudah rapi, dengan selembar amplop bertuliskan untuk
ayah diatas kasurnya.. perlahan dia mulai membuka surat itu…

Ayah tercinta,

Aku menulis surat ini dengan perasaan sedih dan sangat menyesal. Saat ayah membaca surat ini, aku telah pergi meninggalkan rumah. Aku pergi bersama kekasihku, dia cowok yang baik, setelah bertemu dia.. ayah juga pasti akan setuju meski dengan tatto2 dan piercing yang melekat ditubuhnya, juga dengan motor bututnya serta rambut gondrongnya. Dia sudah cukup dewasa meskipun belum begitu tua (aq pikir jaman sekarang 42 tahun tidaklah terlalu tua).

Dia sangat baik terhadapku, lebih lagi dia ayah dari anak di kandunganku saat ini. Dia memintaku untuk membiarkan anak ini lahir dan kita akan membesarkannya bersama. (more…)

November 19, 2006

[CINTA] TILL DEATH DO US PART

Filed under: Cerita Berhikmah

Banyak pasangan kekasih bersumpah akan selalu bersama selamanya, sepanjang hayat ketika menghadapi maut, tetapi aku belum pernah mendengar kesetiaan dan pengabdian yang dapat dibandingkan dengan kesetiaan dan pengabdian Bu Isidor Straus.

Tahun 1912. Bu Straus dan suaminya naik Titanic dalam pelayaran perdananya yang membawa maut itu. Tak banyak wanita yang tenggelam bersama kapal itu, tetapi Bu Straus adalah satu dari sedikit wanita yang tidak selamat karena alasan sederhana: Dia tidak tega meninggalkan suaminya. (more…)

August 8, 2006

Setiap Langkah…

Filed under: Cerita Berhikmah

dari milist…

Setiap Langkah adalah Anugrah

Seorang profesor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer di suatu bulan Desember. Di sana ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakannya, bernama Ralph. Ralph dikirim untuk menjemput sang profesor di bandara. Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju ke tempat pengambilan kopor.

Ketika berjalan keluar, Ralph beberapa kali menghilang. Banyak hal yang dilakukannya. Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh dan terbuka. Kemudian mengangkat dua anak kecil agar mereka dapat melihat Sinterklas. Ia juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar. Setiap kali, ia kembali ke sisi profesor itu dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.

“Dari mana Anda belajar melakukan hal-hal seperti itu?” tanya sang profesor.

” Melakukan apa?” kata Ralph.

“Dar imana Anda belajar untuk hidup seperti itu?”

“Oh,” kata Ralph, ” Selama perang, saya kira.”

Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. Juga tentang tugasnya saat membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu per satu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya. “Saya belajar untuk hidup di antara pijakan setiap langkah,” katanya.

“Saya tak pernah tahu apakah langkah berikutnya merupakan pijakan yang terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki. Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru, dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini.”

Moral of the story:

Kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang berkualitas.

Nilai manusia bukan bagaimana ia mati, melainkan bagaimana ia hidup; bukan apa yg ia peroleh, melainkan apa yg telah ia berikan; bukan apa pangkatnya, melainkan apa yg telah diperbuat dengan tugas yg diberikan TUHAN kepadanya.

Thanks to:

mas Mir - DIPX

June 29, 2006

Doa dan Bungkus

Filed under: Cerita Berhikmah

Doa dan Bungkusan yang Ruwet
Oleh Bahtiar HS

29 Jun 06 07:59 WIB
Kirim teman

Malam Jum’at di Masjid Rungkut Jaya. Suatu kali.

Beberapa ayat telah dikupas dari berbagai tafsir: Jalalain, Al-Mishbah, Al-Azhar, Adz-Dzikra, Fii Dzilalil Qur’an, dan beberapa tafsir berbahasa Jawa dan Inggris. (more…)

June 22, 2006

Let’s Say: “Thank You God…!”

Filed under: Cerita Berhikmah

Berhubung kosanku tidak jauh dari kantor, biasanya aku sering pulang ke kosan untuk makan siang sambil menonton tivi.
Siang hari ini, aku ke kosan kira-kira jam 12 lewat 15 menit, dan aku masih sempat melihat tayangan berita-berita ringan di sebuah televisi swasta, nama acaranya “Jelang Siang”. Salah satu liputan yang aku tonton saat itu adalah tentang kehidupan warga pendatang di Jakarta yang tinggal di “Perkampungan Doger Monyet”, kalau gak salah, tempat itu letaknya di bagian timur Jakarta, daerah Jatinegara. Penduduk di pemukiman ini adalah pendatang dari luar Jakarta.
Tersebutlah sebuah kelompok pertunjukan doger monyet yang terdiri dari 4 orang laki-laki, umurnya kira-kira 20-30 tahunan, dan tentu saja seekor monyet/kera, bernama Baron. 4 orang personil ini masing-masing memainkan satu macam alat musik(salah satunya adalah organ) yang mereka sewa seharga 12 ribu per hari, dan kera itupun disewa dengan harga 12 ribu rupiah (juga) per hari, sehingga total biaya yang harus dikeluarkan sebagai modal awalnya adalah 24 ribu rupiah.

Mereka berempat biasanya keliling kota Jakarta dari pagi sampai sore, untuk mengais rezeki dari atraksinya si Baron. Pada hari itu, penghasilan kotor yang mereka dapat sebanyak 41 ribu rupiah. Setelah membayar biaya sewa dan membelikan makanan si Baron yang terdiri dari (segelas susu, satu butir telur ayam kampung, dan satu tablet Pil Kita), penghasilan bersih yang diterima oleh masing-masing orang adalah tiga ribu lima ratus rupiah.
Masya Allah….aku sampai kaget, dan takjub dengan usaha yang mereka lakukan untuk mendapatkan uang sekian itu. Jika dibandingkan dengan harga makan siang yang sedang aku makan saat itu, cukuplah jauh, dua kali lipat dari penghasilan mereka.

Ya Allah…jika mereka gigih bekerja, kemudian bersyukur dan tabah dengan apa yang mereka miliki saat ini, berapa kali lipat aku harus lebih bersyukur dan tabah dari mereka??

Thank You Allah…!!:)

January 18, 2006

Cinta Sejati

Filed under: Cerita Berhikmah

“Semangkuk Sup” dari pak Big Bozz…semoga bisa menghangatkan jiwa yang beku dan kelaparan cinta sejati….*duuh…duuh…bahasanya,hihih… ;) *

Malam itu anak2 tidur dengan pakaian rapi, istilah mereka “baju pergi”. Jam sudah menunjukkan 21.15 ketika aku melihat kamar tidur anak-anak. aku tanya istriku, “Kok anak-anak bajunya rapi, habis pergi dari mana tadi?” (more…)

January 16, 2006

Jangan Takut…

Ilmu ini aku dapat dari seorang bapak tua penjual susu kedelai di GOR tempat kantorku biasa main bulu tangkis, GOR Ragunan - Jaksel. (more…)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M