Just a Little Bee

July 10, 2007

ILMU

“Ilmu itu untuk diamalkan, bukan untuk dihapal sebagai teori, dan bukan untuk sekedar disampaikan kepada sesama.
Anda berpengetahuan, amalkan ilmumu, lalu kemudian sampaikan kepada yang lain!
Bila anda meraih ilmu, lalu anda amalkan, maka ilmu akan berbicara tentang dirimu.
Bila anda diam, anda berbicara dengan perilaku,lebih banyak dibanding berbicara dengan lisan.”

— Orang yang tidak memberikan manfaat padamu, maka tidak akan berguna pula nasehatnya —

(Syeikh Abdul Qadir Al-Jilany)

August 7, 2006

CHATTING dengan TUHAN

Filed under: Tausyiah of the Day

Alhamdulillah….akhirnya dapat juga naskah ini….(meskipun dah basi juga kali ya?hehe…egepe deh)
pertama kali mendengarnya di radio apa gituhh…pokonya penyiarnya SHAHNAZ HAQUE, lebih kurang 2 taun yang lalu. Sejak itu aku cari2 naskahnya, ingin sekali berbagi dengan yang lain…terutama seseorang yang 5 tahun terakhir ini menjadi teman hidupku…dalam suka dan duka…dalam setiap ujian tidak pernah ada habisnya…

Teriring salam untuk semua saudara-saudaraku seiman yang sedang mengalami ujian…semoga dikuatkan lahir+bathin, dan akhir yang baik untuk semua urusan.

Cheers,

- admia -

CHAT dengan TUHAN

BUZZ!!!

TUHAN : Kamu memanggilKu ?

AKU : MemanggilMu ? Tidak.. Ini siapa ya ?

TUHAN : Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin
berbincang-bincang denganmu.

AKU : Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya
merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.

TUHAN : Sedang sibuk apa ? Semut juga sibuk.

AKU : Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikit pun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.

TUHAN : Benar sekali. Aktivitas memberimu kesibukan.
Tapi Produktifitas memberimu hasil. Aktifitas memakan waktu, Produktifitas membebaskan waktu.

AKU : Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat
menghindarinya. Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.

TUHAN : Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk. Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada sekedar lewat mimpi, misalnya.

AKU : OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit ?

TUHAN : Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisa-lah yang membuatnya jadi rumit.

AKU : Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa Senang ?

TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu merasa
khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.

AKU : Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian.

TUHAN : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.

AKU : Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.

TUHAN : Rasa sakit tidak bisa dihindari, tetapi penderitaan adalah sebuah pilihan.

AKU : Jika Penderitaan itu pilihan,mengapa orang baik selalu menderita ?

TUHAN : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api. Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita. Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik bukan sebaliknya.

AKU : Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?

TUHAN : Ya. Dari segla sisi, pengalaman adalah guru yang keras. Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.

AKU : Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu ? Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah ?

TUHAN : Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental. Kekuatan dari dalam diri bisa keluar dari perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha - leha.

AKU : Sejujurnya ditengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah .

TUHAN : Jika kamu melihat keluar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah. Lihatlah ke dalam. Melihat keluar, kamu bermimpi. Melihat ke dalam, kamu terjaga. Mata memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.

AKU : Kadang - kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat saya lakukan ?

TUHAN : Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain. Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri. Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain bekejaran dengan waktu.

AKU : Di dalam saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi ?

TUHAN : Selalulah melihat sudah berapa jauh kamu berjalan, daripada masih berapa jauh kamu harus berjalan. Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.

AKU : Apa yang menarik dari manusia ?

TUHAN : Jika menderita, mereka bertanya “Mengapa harus aku ?”. Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya “Mengapa harus aku ?”.

AKU : Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya disini ?

TUHAN : Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu. Berhentilah mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan itu. Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.

AKU : Bagaimana saya bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini ?

TUHAN : Hadapilah masa lalu-mu tanpa penyesalan.
Peganglah saat ini dengan keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.

AKU : Pertanyaan terakhir. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.

TUHAN : Tidak ada doa yang tidak dijawab. Seringkali jawabannya adalah TIDAK.

AKU : Terima Kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.

TUHAN : Oke. Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut. Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan. Percayalah padaKu. Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.

June 27, 2006

Masalah

Filed under: Tausyiah of the Day

Diambil dari situs Wisata Hati, semoga menjadi solusi untuk masalah yang sedang Anda hadapi…:)

Banyak di antara kita yang mengganggap bahwa sesuatu yang disebut masalah itu adalah hal-hal yang sering kita anggap sebagai sebuah kesusahan. Hutang, di-PHK, perceraian, bangkrut, penyakit, dan yang lain-lainnya. Inilah yang sering kita anggap sebagai masalah. Padahal, belum tentu!
Koq belum tentu? Begini, disebut masalah itu kalau kita jauh dari Allah, dan lupa sama Allah. Maka, ketika permasalahan sedang terhidang di kehidupan kita, lalu kita bisa mengingat Allah, dan mendekatkan diri kepada Allah, maka ini justru anugerah. Bahwa permasalahan itu pada akhirnya malah mengantarkan kita kepada Allah.
Nah, keadaan-keadaan sebaliknya; kaya, sehat, karir bagus, usaha maju, dan hal-hal lainnya yang sering didefinisikan dengan kesenangan, kalau itu semua malah membawa kita jauh dari Allah, inilah masalah yang sesungguhnya.

June 6, 2006

Belajar dari Semut

Filed under: Tausyiah of the Day

Oleh: Nasher Akbar

Sesungguhnya di dalam kehidupan semut terdapat pelajaran yang sangat berarti bagi umat manusia. Yaitu pelajaran tentang kesabaran, keteguhan, ketekunan, dan kesinambungan dalam usaha untuk mencapai tujuan. Ungkapan ini tidaklah berlebihan karena semut senantiasa mengulangi usahanya berkali-kali hingga tercapai tujuannya. (more…)

February 14, 2006

Lima Kegelapan dengan Lima Lentera

“Ada lima macam kegelapan yang akan diterangi oleh lima lentera.
Pertama, mencintai dunia itu adalah kegelapan jiwa, lenteranya adalah takwa.
Kedua, perbuatan dosa itu juga menimbulkan kegelapan jiwa, lenteranya adalah taubat.
Ketiga, alam kubur itu adalah tempat yang gelap. Lenteranya adalah kalimah Tauhid dan Syahadat.
Keempat, alam akhirat itu merupakan kegelapan, lenteranya adalah amal shalih. dan
Kelima, shirat(titian) itu merupakan kegelapan, lenteranya adalah keyakinan.”

(Abu Bakar Ash Shiddiq ra)

February 13, 2006

Hati-Hati

Filed under: Tausyiah of the Day

“Sikap berhati-hati akan lebih aman dan menyelamatkan, janganlah tergesa-gesa dan ceroboh dalam berkomentar, berkata-kata, mengambil sikap dan keputusan, haruslah dalam kejernihan hati dan pikiran.”
(Aa Gym)

February 1, 2006

Cinta dan Keberhasilan Memimpin

Filed under: Tausyiah of the Day

“Oleh karena itulah keberhasilan mendapatkan cinta, kasih sayang dan kesetiaan yang tulus dari orang-orang terdekat, menjadi pertanda keberhasilan kita memimpin diri sendiri.”(Aa Gym)

January 17, 2006

Lembut…

Filed under: Tausyiah of the Day

“Mari kita latih dan biasakan untuk bersikap lebih lembut, sopan dan hormat kepada orang-orang yang terdekat dengan kita, niscaya akan lebih indah, hangat, dan penuh makna kebersamaannya.”
(Aa Gym)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Naoko M