<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>

<channel>
	<title>Just a Little Bee</title>
	<link>http://littlebee.blogsome.com</link>
	<description></description>
	<pubDate>Sat, 14 Nov 2009 06:05:47 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>
	<language>en</language>

		<item>
		<title>[eMBi]Perjalanan Panjang Menjemput si Kecil(bag.4)</title>
		<link>http://littlebee.blogsome.com/2009/10/27/embiperjalanan-panjang-menjemput-si-kecilpart4/</link>
		<comments>http://littlebee.blogsome.com/2009/10/27/embiperjalanan-panjang-menjemput-si-kecilpart4/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 03:51:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>littlebee</dc:creator>
		
	<category>Kesehatan</category>
	<category>Wanita</category>
	<category>Bebas Parkir</category>
	<category>Hamil</category>
		<guid>http://littlebee.blogsome.com/2009/10/27/embiperjalanan-panjang-menjemput-si-kecilpart4/</guid>
		<description><![CDATA[	Lau Haula Period
	&#8220;Laa haula wa laa quwwata illaa billaah&#8220;. Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah. Itulah kalimat sakti yang saya temukan di titik nol kehidupan saya, yang masih saya pegang sampai sekarang, dan semoga selalu bisa saya pegang sampai akhir hayat saya.
	The Best Partner
Akhir bulan Mei 2009, saat itu saya benar-benar putus asa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><strong>Lau Haula Period</strong></p>
	<p>&#8220;<strong>Laa haula wa laa quwwata illaa billaah</strong>&#8220;. <em>Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah</em><strong>. Itulah kalimat sakti yang saya temukan di </strong><strong>titik nol</strong> kehidupan saya, yang masih saya pegang sampai sekarang, dan semoga selalu bisa saya pegang sampai akhir hayat saya.</p>
	<p><strong><em>The Best Partner</em></strong><br />
Akhir bulan Mei 2009, saat itu saya benar-benar putus asa dengan semua ikhtiar yang saya lakukan, saya pernah bertanya kepadaNYA kenapa Dia tidak mau melihat apa yang sudah saya lakukan??Kenapa Dia memberi orang lain tanpa kesulitan seperti yang harus kami alami??Saya terpuruk, sangat terpuruk sampai bertanya apakah Allah itu ada?Apakah Dia melihat apa yang saya lakukan??Saya sempat &#8216;mogok&#8217; berdoa padaNya, tapi alhamdulillah saya beruntung punya suami yang selalu ada di sisi saya, mengingatkan saya bahwa janganlah kita menyembahNya hanya untuk keperluan tertentu, kita berusaha hanya karena kita memang harus berusaha, bukan untuk menentukan hasil seperti apa yang kita mau. <a id="more-265"></a></p>
	<p>Sejak saat itu suami saya berusaha mengalihkan perhatian saya supaya tidak fokus memikirkan anak terus, dia membelikan buku-buku bacaan yang ringan supaya saya bisa tertawa lepas, mengajak ke bioskop kapanpun ada film yang menarik untuk ditonton, mengajak makan di luar ke tempat makanan apapun tanpa perlu lagi susah oleh pantangan, seperti gak boleh makan seafood, daging kambing, dsb(pantangan makanan pada saat saya masih terapi). Selain itu juga, suami saya mengajak ke berbagai tempat untuk jalan-jalan, kapan saja saya mau. Terakhir-terakhir suami saya sering ngajak jalan-jalan malam, sepulang kerja, melihat Jakarta di waktu malam, menunjukkan betapa banyak orang-orang yang tidak lebih beruntung dari kami, hidup di gerobak bersama beberapa orang anak yang masih kecil-kecil bahkan ada yang masih bayi, tergeletak di trotoar jalan dengan alas seadanya. &#8220;Begitulah hidup, ada yang dilebihkan, ada yang dikurangi. Itulah keadilanNya!&#8221;, begitu kata suami saya.</p>
	<p>Sejak saat itu saya mulai menikmati hidup saya dengan suami, atau bahkan mungkin sudah pasrah dengan ketentuanNya, karena secara ilmu manusia(medis) seharusnya sudah bisa hamil. Suami bilang, kalau sudah sampai waktunya, si kecil pasti akan datang juga, tinggal menunggu waktu yang tepat saja.</p>
	<p><em><strong>Amalan Khusus</strong></em><br />
Selama masa &#8220;Laa Haula&#8221;, ada amalan khusus yang saya lakukan bersama suami, diantaranya:<br />
1. Membiasakan sholat Dhuha<br />
2. Melakukan sholat Hajat<br />
3. Memperbanyak baca istigfar setiap selesai sholat(wajib/sunat)<br />
4. Membaca doa: &#8220;Rabbi habli min ladunka dzuriyatan thoyyibba innaka samiudu&#8217;a&#8221;<br />
Khusus saya lakukan sendiri, adalah membaca &#8220;Rabbi habli min ladunka minasholihin&#8221; sambil mengelus perut, setiap usai sholat.</p>
	<p><strong><em>Pencerahan dari Bos</em> </strong><br />
Pada saat saya terpuruk di akhir Mei 2009 itu, saya juga mendapatkan sesuatu yang sangat berharga, suatu &#8220;pencerahan&#8221; dari salah seorang bos saya. Mungkin pada waktu itu beliau bisa melihat bahwa saya sedang susah dengan urusan sulit mendapatkan keturunan,  beliau menceritakan pengalaman saudaranya yang sampai 15 tahun pernikahan baru diberi keturunan, itupun setelah mereka melepas sesuatu yang paling mereka cintai, sebuah cincin berlian. Beliau menasihati saya, bahwa anak bukanlah kunci kebahagian hidup sepenuhnya, banyak pasutri yang cekcok dan kemudian bubar justru malah setelah memiliki anak. Jadi, saya disarankan lebih baik bersabar, menikmati dulu kehidupan berdua dengan suami, dengan terus membenahi apa yang harus disiapkan sebelum hadirnya anak. </p>
	<p>Beliau mengatakan, jangankan kita, selevel nabi saja diuji dengan kesulitan mendapatkan keturunan, Nabi Zakaria baru diberi keturunan pada usia yang sudah uzur dan istrinya sudah menopause. Beliau juga bercerita banyak orang-orang yang bersedekah, niatnya hanya ingin punya anak, tapi ternyata mereka tidak dikasih anak saja, berarti niatnya yang salah. Dan terakhir beliau mengatakan, bahwa dari semua anaknya, tidak ada satupun yang direncanakan, semua lahir tanpa perencanaan. Hehe&#8230;Mantabbs, Boss!! (<em>Terima kasih,Pak!!InsyaAllah saya akan selalu ingat nasehatnya, semoga bapak sekeluarga selalu dalam keberkahan</em>)</p>
	<p><strong><em>Pencerahan dari Pengalaman Orang Lain</em></strong><br />
Saya lupa kapan tepatnya saya menemukan sebuah blog yang isinya tentang perjuangan untuk mendapatkan momongan juga, dia seorang perempuan dengan masalah yang sama seperti saya, pernah mengidap endometriosis dan memiliki antibodi yang tinggi. Yang membedakan dia diberi kesempatan untuk ikhtiar lewat operasi laparaskopi, kemudian inseminasio, dan terakhir melakukan bayi tabung di negeri jiran. Semua tidak mendatangkan hasil, dan akhirnya mereka mengadopsi anak. </p>
	<p>Saya trenyuh membacanya, terbayang bagaimana perasaan dia harus menerima kenyataan seperti itu. Saya saja yang sudah berikhtiar seperti ini rasanya berat sekali menerima kenyataan, apalagi dia. Tapi setelah itu saya makin sadar, bahwa ikhtiar manusia bukan kunci segalanya, semuanya tergantung IzinNya, manusia hanya memilih jalan.</p>
	<p><strong><em>Energi lain dari dr.Tarmin</em></strong><br />
Setelah itu saya makin tenang dalam penantian, dengan tetap semangat mencari jalan kesembuhan dan berserah setelah ikhtiarnya selesai saya jalankan. Sampai suatu saat saya teringat seorang teman yang kakaknya pernah mengidap kista, dan sekarang sudah sembuh dan memiliki anak. Saya menanyakan banyak hal tentang bagaimana usaha kakaknya bisa sembuh tanpa operasi. Dia bercerita banyak dan menganjurkan saya menemui seorang dokter di Bandung, namanya dokter Tarmin Soetandi, katanya selain bisa menyembuhkan kista tanpa operasi, beliau juga &#8216;jagonya&#8217; bikin orang hamil kembar. </p>
	<p>Datanglah saya ke sana, dan saya tidak kecewa karena bertemu dengan pasangan dokter suami istri yang baik dan menenangkan. Pasiennya banyak, bahkan prakteknya sampai tengah malam. Mungkin karena dokternya cukup teliti dan <em>care</em> ke pasien, makanya <em>treatment</em>-nya jadi lama. </p>
	<p>Pada saat sesi konsultasi, suami saya menanyakan apa saya harus dioperasi?Dokter Tarmin bilang bahwa penyakit saya tidak parah, ada pasiennya yang memiliki kista di kedua ovariumnya serta ukurannya lebih besar, sekitar 5 cm, ternyata bisa hamil alami tanpa treatment apapun.</p>
	<p>Jadi kami disarankan untuk bersabar saja, mencoba hamil secara alami. Kemudian menganjurkan saya untuk menjalani diatermi. Saya jalani saja anjurannya, meskipun kemudian saya hentikan lagi sebelum waktunya, karena ternyata dengan diatermi pun penyakit saya bergeming di ukuran 3.3 cm. Dokter Tarmin dan istrinya memberikan kebebasan kepada kami untuk memilih operasi atau hamil alami. Kami disarankan mencoba program kehamilan alami dalam waktu 3 bulan, dengan mempersilakan untuk memilih DSOG di Jakarta saja, supaya penanganannya lebih mudah. </p>
	<p>Akhirnya saya kembali lagi ke Jakarta, dan kembali lagi menemui dokter Taufik, tanggal 14 September 2009, bertepatan dengan 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Saat itu saya mengutarakan niat saya untuk inseminasio. Dokter Taufik menyetujui, tapi mengatakan bahwa inseminasio tidak bisa dilakukan bulan itu, karena jadwalnya bentrok dengan libur lebaran. </p>
	<p>Saya ingat kata-kata dr.Taufik saat itu: &#8220;Inseminasi tidak bisa dilakukan bulan ini, karena rumah sakit libur. Paling akhir bulan depan. Tapi saya kasih resepnya, penyubur dengan dosis yang rendah. Siapa tahu, nanti sel telurnya ke luar dari 2 sisi, sehingga bayinya bisa kembar. Di sini(BIC=Bunda International Clinic, salah satu tempat untuk fertilisasi buatan) lagi musim kembar lho&#8230;hehe&#8230;!Sekarang banyak dzikir aja ya, ini kan 1o hari terakhir&#8230;&#8221;</p>
	<p>Saya kembali dengan perasaan yang gak jelas, sempat berpikir, apakah masih ditunda lagi dengan tidak bisa inseminasio segera? Tapi ya sudah, yang penting sudah berusaha. Pulang dari dokter, saya mencoba menebus resep yang seharusnya harus segera diminum karena saat itu sudah hari ke-3 haid, seharusnya kalau mau program hamil obatnya harus sudah diminum sejak hari pertama haid. Saya mencari ke beberapa apotek, anehnya, obat penyubur yang diresepkan tidak ada. Akhirnya saya pasrah, mungkin memang belum waktunya hamil. Tapi saat itu saya tetap minum spirulina dan gamat, tujuannya hanya ingin sehat saja, tidak banyak berharap tentang hamil.</p>
	<p><strong><em>Belajar Kehilangan</em></strong><br />
Lebaran 2009, pulang ke Bandung, untuk berlebaran dan silaturahim dengan keluarga dan kerabat. Saat itu ibu saya mengabari bahwa salah seorang kerabat ada yang harus operasi kanker payudara. Saya langsung teringat spirulina dan gamat, saya mencari informasi tentang kandungan gizi duo suplemen tersebut. Ada banyak kesaksian yang mengatakan bahwa suplemen tersebut bisa membatalkan orang untuk operasi atau kalaupun sudah operasi, katanya bisa mempercepat pemulihan pasca operasi.</p>
	<p>Saya ingin sekali membelikan suplemen itu, terbersit niat sedekah karena ingin punya anak, tapi terus saya tekan niat itu, jikapun ada mungkin kadarnya lebih kecil dari pertimbangan karena saudara saya itu sangat memerlukan bantuan. Saya teringat cerita bos saya tentang pengalaman saudaranya yang melepas cincin kemudian diberi anak. Saya tiba-tiba ingat mahar yang diberikan suami berupa perhiasan yang hampir tidak pernah saya pakai sampai sekarang, akhirnya saya bujuk-bujuk suami supaya mengijinkan saya menjual mahar itu dan kemudian uangnya dibelikan suplemen untuk saudara saya yang sakit itu. </p>
	<p>Suami sempat tidak setuju, dan mengatakan jika memang ingin  membantu saya bisa menggunakan uang tabungan kami. Tapi saya tetap keukeuh, ingin menjual mahar dengan dalih &#8220;saya ingin melatih diri kehilangan sesuatu yang sangat saya cintai, dan merelakan bahwa apa yang kita miliki hanya sekedar titipan dariNya, suatu saat pasti akan diambilNya kembali&#8221;. Akhirnya suami saya mengijinkan, dan saya pun dengan sangat berat hati harus kehilangan sesuatu yang pernah saya miliki selama 3 tahun 3 hari usia pernikahan kami. InsyaAllah saya ikhlas, jika memang itu jalannya saya harus kehilangan benda tersebut.</p>
	<p>Pulang ke Jakarta setelah berlebaran, kami kembali menikmati hidup berdua, jalan-jalan, makan-makan, nonton, <em>enjoy the life, everyday is friday, everyday is weekend</em>!. </p>
	<p><em>&#8230;And The Miracle Signs Come</em><br />
Sampai suatu saat, kembali ke kantor,  akhir September 2009, salah seorang bos saya bilang&#8230;&#8221;Sedang isi lagi?&#8221;, hahaha&#8230;.saya ketawa, &#8220;Aamiin, pak!!&#8221;, dalam hati bingung, kok pake &#8220;lagi&#8221; ya?wong 1 aja belum.</p>
	<p>Kemudian 1  Oktober 2009, saat itu saya ke client dan bertemu dengan kenalan saya dari kantor lain, dia bertanya apakah saya sedang hamil. WHAAAT???Emang ada yang beda ya??Rasanya biasa-biasa saja, hehe&#8230;entahlah&#8230;</p>
	<p>5 Oktober 2009, gak tau sebabnya apa, suami tiba-tiba mengeluh gak enak badan, keleyengan seperti melayang-layang, terus dia jadi susah makan(padahal biasanya nggak,hehe),pusing, badan lemes, dan mual-mual. Hampir saja saya antar ke dokter, sampai kemudian (sepertinya) kami tahu apa penyebabnya, entah benar atau tidak, tapi dia yg mengalami <em>morning sickness</em>.</p>
	<p>9 Oktober 2009, saya mengalami <em>spotting</em>(flek), saya pikir gejala pra-haid, selain itu saya juga capek karena <em>overtime</em> di kantor. Saya cuekin saja meskipun fleknya masih muncul sampai hari-hari berikutnya. Tapi tanggal 13 saya dapat kabar bahwa seorang teman keguguran, saya ingat dia sebelumnya nge-flek terus. Karena khawatir ada apa-apa, akhirnya saya lakukan test urine pada tanggal 14 Oktober pagi&#8230;dan akhirnya&#8230;penantian panjang itu berakhir juga&#8230;alhamdulillah!!</p>
	<p>Dan kini, episode baru dalam hidup kami sudah dimulai. Amanat baru dalam kehidupan kami, semoga kami bisa menjaga dengan sebaik-baiknya. Semoga Allah SWT melimpahkan kekuatan lahir batin kepada kami berdua untuk mensyukuri amanah ini, denyut kehidupan baru dalam perut saya&#8230;the miracle baby!!</p>
	<p>Alhamdulillah!!!</p>
	<p>Semoga kita semua yang mendapatkan kepercayaan dariNya berupa harta, jabatan, keluarga, suami/istri, anak, ilmu, dll,diberi kekuatan untuk selalu mensyukuri dengan cara yang sebaik-baiknya, tidak menjadikan kita menjadi sombong dan bangga yang berlebihan; karena tidak ada satupun yang pantas kita sombongkan, semuanya hanya amanah dan ujian yang harus membuat kualitas diri dan hidup kita menjadi lebih baik!!</p>
	<p>Aamiin yaa rabbal &#8216;alamien!!</p>
	<p>Semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://littlebee.blogsome.com/2009/10/27/embiperjalanan-panjang-menjemput-si-kecilpart4/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>[eMBi]Perjalanan Panjang Menjemput si Kecil(bag.3)</title>
		<link>http://littlebee.blogsome.com/2009/10/26/embiperjalanan-panjang-menjemput-si-kecilpart3/</link>
		<comments>http://littlebee.blogsome.com/2009/10/26/embiperjalanan-panjang-menjemput-si-kecilpart3/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 01:47:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>littlebee</dc:creator>
		
	<category>Kesehatan</category>
	<category>Wanita</category>
	<category>Katarsis</category>
	<category>Bebas Parkir</category>
	<category>Hamil</category>
		<guid>http://littlebee.blogsome.com/2009/10/26/embiperjalanan-panjang-menjemput-si-kecilpart3/</guid>
		<description><![CDATA[	Jamu
2 April 2009, diantar seorang teman yang sama-sama punya pengalaman susah hamil, saya berangkat ke daerah Cempaka Putih, tepatnya di Pasar Gembrong. Teman saya ini, panggil saja Teteh, sebelum hamil anak pertama, dia kosong selama 3.5 tahun.  Katanya sih dia tidak ada masalah dengan rahimnya, hanya terlalu sibuk saja, sehingga kecapekan dan susah hamil.
	Mungkin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><strong>Jamu</strong><br />
2 April 2009, diantar seorang teman yang sama-sama punya pengalaman susah hamil, saya berangkat ke daerah Cempaka Putih, tepatnya di Pasar Gembrong. Teman saya ini, panggil saja Teteh, sebelum hamil anak pertama, dia kosong selama 3.5 tahun.  Katanya sih dia tidak ada masalah dengan rahimnya, hanya terlalu sibuk saja, sehingga kecapekan dan susah hamil.<a id="more-264"></a></p>
	<p>Mungkin karena merasa senasib, Teteh ini sangat berempati kepada saya, setiap saya curhat, bete karena datang bulan lagi atau karena sikap orang-orang yang selalu mengungkit tentang kenapa saya gak hamil-hamil;  Teteh selalu bilang,&#8221;Teteh tau gimana rasanya, gak usah dipikirkan, gak penting&#8230;heheh&#8230;!&#8221;.</p>
	<p>Di Cempaka Putih saya dipertemukan dengan sang penjual jamu yang ramah dan sangat keibuan juga masih cantik dan segar, sebut saja &#8220;ibu&#8221;, beliau meracik jamu sendiri dan menjualnya di pasar tersebut,semuanya alami, karena saya lihat sendiri bahan-bahannya. Ibu ini dulunya apoteker, jamu yang diraciknya tidak hanya jamu kesuburan, tapi juga berbagai macam jamu untuk sakit lainnya, seperti jamu untuk batuk, asam urat, maag, dan lain sebagainya.</p>
	<p>Menurut cerita si Teteh, udah ada beberapa teman yang dianter ke ibu, dan berhasil hamil. Tapi mungkin tidak sama untuk masing-masing orang, tergantung cocok/tidaknya. Ada yang baru minum 1 paket saja, udah berhasil hamil, ada yang sampai 7 bulan minum belum hamil juga. Untuk kasusnya Teteh, dia mengkonsumsi jamu tersebut selama 3 bulan, dan akhirnya bisa hamil.</p>
	<p>Jamu kesuburan yang saya beli pada saat itu terdiri dari 2 paket(masing-masing isinya 10 bungkus), yaitu untuk suami dan istri. Pada saat mengkonsumsi jamu tersebut ada pantangan makanan yang harus dihindari; misalnya untuk istri tidak boleh makan daging kambing, durian,<br />
makanan yang pedas, nanas, kopi,dll. Sedangkan untuk suami dilarang minum minuman bersoda atau softdrink, dan air es.</p>
	<p>Saya coba minum jamu ini selama +/- 3 siklus haid, dan tidak berhasil hamil. Mungkin efek jamu ini memang membuat subur, tapi tidak membuat endometriosisnya mengecil.</p>
	<p>Untuk sperma suami juga, jamu ini bagus, karena bisa meningkatkan kualitas dan kuantitasnya, ini terbukti pada saat kami melakukan tes Kibrik dan Isojima untuk terapi imunologi, hasilnya lebih baik daripada sebelum minum jamu.</p>
	<p>Setelah 3 bulan ikhtiar ini tidak mendatangkan hasil, akhirnya kami berhenti minum jamu. Saya berpikir mungkin masalahnya memang  endometriosis saya. Saat itu, kami mulai menabung untuk biaya operasi, mungkin takdir saya memang harus operasi, dan mungkin memang cuma itu jalannya untuk bisa menjemput si kecil. Hiks&#8230;</p>
	<p><strong>Bekam</strong><br />
26 Juni 2009, atas saran seorang kenalan yang sama-sama senasib susah hamil karena masalah antibodi tinggi, saya mulai berbekam, di sebuah klinik pengobatan alternatif yang Islami di daerah Pasar Minggu. Katanya bekam dan minum herbal yang dijual di sana bisa menyeimbangkan antibodi juga bisa mengobati kista, kanker, miom, dan sejenisnya. Ya kenapa tidak, saya coba saja.  Dua kali siklus haid saya berbekam, rasanya tidak ada perubahan, saya masih kesakitan ketika haid, dan belum bisa hamil juga. Hiks&#8230;</p>
	<p>Saya benar-benar berhenti dan pasrah mungkin sekitar 1 bulanan, sampai akhirnya saya mencoba lagi untuk berikhtiar dengan minum spirulina dan gamat.</p>
	<p><strong>Yoga</strong><br />
Sebenarnya saya sudah beryoga dari awal tahun 2008, waktu itu tujuannya memang untuk ikhtiar hamil, karena katanya yoga bisa membuat kita menjadi rileks.</p>
	<p>Maret 2008, saya masuk keanggotaan sebuah fitness centre di dekat rumah,setiap hari saya datang untuk fitnes, dan setiap sabtu ikut kelas yoga.<br />
Baru 2 bulan ikut fitnes, saya sudah bosan, mungkin karena gak kunjung hamil juga(beginilah kalo salah niat&#8230;hehe&#8230;). Tapi terlanjur suka sama yoga, saya teruskan beryoga di rumah.</p>
	<p>Sekarang niatnya bukan untuk hamil lagi, tapi karena memang suka saja, karena setelah beryoga, badan menjadi lebih segar, jarang pegal-pegal lagi, bahkan pernah suatu saat saya pilek berat, iseng-iseng buka buku yoga yang saya beli, di sana ada tips yoga untuk pilek.</p>
	<p>Saya coba, dan <em>voila</em>&#8230;pileknya berangsur membaik dan besoknya udah sembuh total. Dari situ saya makin senang yoga, dan sampai sekarang masih rutin beryoga; tapi sekarang yoga-nya adalah yoga khusus untuk kehamilan, hehe&#8230;</p>
	<p><strong>Duo Spirulina &#038; Gamat Jelly</strong><br />
Di tengah-tengah kepasrahan, saya iseng browsing dengan keyword &#8220;endometriosis+berhasil hamil&#8221;, paman google menampilkan sejumlah pilihan,  dan waktu itu pointer saya mengarah ke forum diskusi weddingku.com yang beberapa diantaranya ada yang berhasil hamil setelah mengkonsumsi suplemen makanan berupa spirulina dan jeli gamat. Yang paling menarik perhatian saya adalah pengalaman seseorang yang memiliki kista endometriosis sebesar 4,5 cm, dia keukeuh tidak mau operasi juga seperti saya, dan akhirnya selama 6 bulan mengkonsumsi gamat, dia berhasil hamil setelah kistanya mengecil menjadi 2.5 cm. Di kemudian hari saya mengenalnya sebagai Hanny Mantovany(<em>Han, thx4 everything, support dan doanya</em>!).</p>
	<p>Tanggal 14 Agustus 2009, hari pertama saya mengkonsumsi spirulina dan jeli gamat. 1 bulan mengkonsumsi duo suplemen ini saya masih haid juga, namun dengan penderitaan yang jauh lebih ringan dari bulan-bulan sebelumnya.</p>
	<p>Jika sebelumnya kalau pada saat haid, saya serasa membawa pisau yang menancap di perut, tapi haid bulan itu sakitnya ibarat tertusuk jarum. </p>
	<p>Karena efek baik yang saya dapatkan itu, maka saya teruskan untuk mengkonsumsi spirulina dan gamat, sampai akhirnya si kecil pun datang, dan saya berhenti mengkonsumsinya, selain karena saran dari Hanny (berdasarkan pengalamannya dia), kebetulan stoknya juga udah abis, passs banget&#8230;subhanalloh, semua sudah ada Yang Mengaturnya.</p>
	<p><em>(<a href="http://littlebee.blogsome.com/2009/10/27/embiperjalanan-panjang-menjemput-si-kecilpart4/">bersambung</a>)</em>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://littlebee.blogsome.com/2009/10/26/embiperjalanan-panjang-menjemput-si-kecilpart3/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>[eMBi] Perjalanan Panjang Menjemput si Kecil(bag.2)</title>
		<link>http://littlebee.blogsome.com/2009/10/25/embi-terapi-herbal/</link>
		<comments>http://littlebee.blogsome.com/2009/10/25/embi-terapi-herbal/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 13:01:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>littlebee</dc:creator>
		
	<category>Kesehatan</category>
	<category>Wanita</category>
	<category>Katarsis</category>
	<category>Bebas Parkir</category>
	<category>Hamil</category>
		<guid>http://littlebee.blogsome.com/2009/10/25/embi-terapi-herbal/</guid>
		<description><![CDATA[	Herbal Therapy
Salah satu upaya yang saya lakukan untuk mengobati sakit saya adalah meminum herbal. Berbagai herbal yang katanya sudah terbukti bisa menyembuhkan kista bahkan kanker sekalipun saya coba minum, berapapun harganya saya usahakan untuk beli.
	* Herbal Jepang
Sekembalinya dari Bandung saya menemui seorang kenalan yang sudah lama aktif di MLM supplement food dan obat-obatan herbal dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><strong>Herbal Therapy</strong><br />
Salah satu upaya yang saya lakukan untuk mengobati sakit saya adalah meminum herbal. Berbagai herbal yang katanya sudah terbukti bisa menyembuhkan kista bahkan kanker sekalipun saya coba minum, berapapun harganya saya usahakan untuk beli.<a id="more-262"></a></p>
	<p>* <em>Herbal Jepang</em><br />
Sekembalinya dari Bandung saya menemui seorang kenalan yang sudah lama aktif di MLM supplement food dan obat-obatan herbal dari Jepang. Beliau waktu itu menyarankan saya untuk meminum obat kanker, saya lupa namanya, bentuknya tablet kecil-kecil berwarna cokelat, harganya lumayan mahal. Seingat saya Rp.175 untuk 15 tablet, dan saya harus meminumnya 3 kali sehari.</p>
	<p>Selama saya mengkonsumsi obat tersebut, efeknya selalu keleyengan, letih dan mengantuk. Efek ngantuknya sangat parah, sehingga saya sering tidak bisa konsentrasi pada saat bekerja di kantor. Saya paksakan untuk terus minum sampai suatu saat jadwalnya kontrol ke dokter, dan saya dapati endometriosisnya hanya mengecil beberapa milimeter saja, tidak terlalu signifikan. Akhirnya karena pertimbangan harga obat yang mahal dan efeknya yang sangat mengganggu, saya hentikan mengkonsumsi herbal tersebut, kemudian mencari alternatif herbal lain yang lebih baik.</p>
	<p>* <em>Herbal Malaysia</em><br />
Suatu saat di tahun 2008, saya lupa tepatnya, saya dan suami sedang jalan-jalan di sebuah mall, kebetulan di mall tersebut ada sebuah tempat pengobatan alternatif herbal dan bekam. Dan suami saya sudah beberapa kali berbekam di situ. Iseng-iseng saya tanya penjaga tokonya apakah ada herbal untuk kista atau sejenisnya? Therapist-nya bilang, ada tapi harus pesan dulu, karena harganya lumayan mahal dan banyak peminatnya, karena katanya sudah banyak yang berhasil, herbal tersebut bisa mengeluarkan kista dalam bentuk gumpalan darah(sambil menunjukkan gambar gumpalan2 darah, yg entah benar/tidak, katanya itu kista yang berhasil dikeluarkan), lewat haid. </p>
	<p>Saya tertarik, walaupun harganya cukup mahal, 1 botol ukuran 450 gram harganya Rp.800 ribu. Therapist-nya bilang untuk pengobatan kista, herbal tersebut harus diminum 3 kali sehari, dia juga menerangkan teknis meraciknya sebelum herbal tersebut dikonsumsi. Sangat ribet,dan memang saya selalu kepayahan setiap ritual minum obat, bayangkan saja, serbuk herbal berwarna hijau itu akan menggumpal pada saat diseduh air  dan harus dikocok sebanyak sekian kali(tidak boleh pakai sendok), sulit sekali karena bahannya sangat lengket dan sulit bercampur dengan air. </p>
	<p>Akhirnya saya aduk juga pakai sendok, dan cepat-cepat menelannya tanpa menarik nafas, karena baunya sangat tidak enak, dan gumpalan-gumpalannya susah payah saya telan. 1 minggu saya &#8220;sangat tersiksa&#8221; meminum herbal tersebut, karena selain tidak enak, banyak pantangannya juga, tidak boleh makan daging, ikan-ikanan, bahkan makan besar sekalipun, katanya cukup minum jus buah-buahan dan sayuran. Dan sampailah saat itu pada siklus haid berikutnya, saya ke dokter untuk kontrol, ternyata masih juga bergeming pada ukurannya 3 cm-an. Seperti biasa, jika tidak ada hasil yang memuaskan, saya stop saja minum herbal dari Malaysia tersebut.</p>
	<p>* <em>Mahkota Dewa</em><br />
Juni sampai September 2008, saya menemukan informasi di internet tentang pengobatan kista dengan ramuan tumbuhan mahkota dewa.<br />
saya datangi kliniknya dan membeli paket pengobatan untuk kanker, seharga 700 ribu untuk satu bulan, dan saya diharuskan meminumnya selama 3 bulan, jadi harus membeli sebanyak 3 paket.</p>
	<p>Ada pantangan yang harus dipenuhi selama mengkonsumsi mahkota dewa, yaitu tidak boleh makan cabe,daging merah, makanan mengandung MSG, dan banyak lagi(saya dah lupa,hehe)</p>
	<p>Satu bulan pertama mengkonsumsi herbal ini, tubuh berasa lebih segar(entah sugesti atau bukan), tapi pada saat haid, tetap saja sakit, bahkan darah yang keluar lebih banyak dan bergumpal2 kehitaman.</p>
	<p>Saat itu saya dan suami positif thinking bahwa darah hitam yang bergumpal-gumpal itu adalah penyakit saya. Sehingga bulan berikutnya saya lanjutnya membeli paket lagi dan meminumnya dengan tetap disiplin menghindari pantangannya. Dengan harapan, bahwa penyakitnya sudah tidak ada<br />
sehingga bisa segera hamil.</p>
	<p>Tapi bulan ke-2 ini saya malah sering pusing dan keleyengan, badan lemes, seperti gejala darah rendah. Keliatannya herbal tersebut memang melemahkan tekanan darah.Walaupun rasanya saya sudah gak tahan lagi minum herbal ini, tapi saya coba terus sampai<br />
pembelian paket bulan ke-3.</p>
	<p>Di awal bulan ketiga iseng-iseng saya kembali lagi ke dokter Taufik Jamaan di RS.Bunda - Menten, saya penasaran ingin tahu pengaruh herbal tersebut terhadap penyakit saya, ternyata dan ternyata&#8230;.ukurannya tetap&#8230;bergeming di 3 cm.</p>
	<p>Saya langsung stop mengkonsumsi herbal tersebut, saya kembali lagi ke ikhtiar medis dengan dokter yang selalu sabar membantu ikhtiar kami untuk mendapatkan momongan.</p>
	<p><strong>Back To Doctor </strong><br />
11 September 2008 hari pertama saya haid di bulan itu, kami kembali lagi ke dr Taufik, dokternya tetap ramah seperti waktu 4 bulan sebelumnya waktu kami pertama ketemu. Kami ceritakan bahwa kami ingin mencoba program hamil meskipun ada endometriosis, dan dokter dengan sabarnya membesarkan hati kami untuk membantu program hamil tanpa operasi laparaskopi terlebih dahulu.</p>
	<p>Dokter Taufik sempat memberikan saran kepada kami untuk mengecilkan ukuran lesinya dengan suntikan hormon anti GnRH selama 3 bulan, yang bertujuan untuk mencegah lepasnya hormon kesuburan yang menjadi energi/makanan untuk endometriosis.</p>
	<p>Dengan demikian, selama penyuntikan hormon tsb saya dibuat tdk subur dan tdk akan mengalami haid(seolah2 menopause). Efek dari penyuntikan hormon ini, akan terasa sampai 6 bulan dari mulai suntik, selain tidak akan datang haid, pasien juga akan mengalami gejala seperti menopause lainnya, misal: badan menjadi melar, jerawatan, emosi tidak stabil, dsb. Saat itu kami menyetujui untuk melakukan suntik anti GnRH, dan membuat perjanjian pada hari ke-3 haid. </p>
	<p>Sepulang dari dokter saya iseng-iseng browsing mencari informasi tentang efek anti GnRH, saya jadi ketakutan dan berubah niat, selain itu entah kenapa dari dulu saya tidak pernah mau &#8220;membuang&#8221; kesempatan subur saya setiap bulannya. </p>
	<p>Akhirnya meskipun agak takut2 saya telp dokter Taufik, mengatakan bahwa saya takut pada efek obatnya, dan membatalkan perjanjian kami untuk melakukan suntik,kemudian menyampaikan niat baru kami untuk mencoba program inseminasio dengan &#8216;mengandalkan&#8217; indung telur sebelah kiri yang bersih. Alhamdulillah, dokter Taufik memang baik, beliau malah ketawa dan mengatakan memang seperti itulah efek dari obat tsb, dan menyetujui niat kami selanjutnya, yaitu melakukan inseminasio jika sel telur yang matang berasal dari sisi ovarium kiri.</p>
	<p>Di hari ke-12, kami bertemu dokter Taufik lagi, saat itu sel telur ada 3 buah di sisi kanan, ukurannya normal, hanya saja lesi berukuran 2.27 cm x 3.15 cm menghadang jalan keluarnya.</p>
	<p>Dr. Taufik saat itu memberikan opsi kepada kami untuk melakukan inseminasio(meskipun peluangnya 10%) atau hamil alami dengan mengharapkan keajaiban sel telurnya bisa melewati halangan. Akhirnya kami memilih alami saja. Keinginan segera memiliki momongan masih kalah dengan rasio dan keimanan. Kami yakin secara ilmu manusia, peluangnya sangat kecil,hanya keajaiban saja yang bisa membuat hamil.</p>
	<p>Pilihan kami saat itu untuk tidak inseminasio, memang merupakan keputusan yang tepat, karena bulan berikutnya saya masih haid. Kemudian kembali lagi bertemu dengan dr.Taufik, untuk program hamil berikutnya. Dokter saat itu seperti biasa hanya mengecek ukuran endometriosis dan memberikan resep berupa vitamin yang menunjang kehamilan, seperti Elevit untuk mensuplai kebutuhan asam folat. Hari ke-12 haid di bulan Oktober 2008, harapan kami memuncak dengan diagnosa dokter yang menyatakan bahwa sel telur sudah lepas, tidak perlu lagi ada tindakan untuk memberi suntikan lepas sel telur yang harganya lumayan. Dokter juga tidak menganjurkan inseminasio karena peluang hamil cukup besar.</p>
	<p>Begitulah, sekarang hikmahnya baru terasa bahwa selalu ada pertolongan dariNYA untuk menyelamatkan rezeki kami supaya dibelanjakan ke hal yang seharusnya, karena pada saat itu kami memang belum waktunya diberi amanah; terbukti dengan datang bulan lagi di bulan Nopember 2008.<br />
Nopember sampai Desember 2008, kami &#8220;istirahat&#8221; dari ikhtiar, sama sekali tidak ke dokter maupun terapi alternatif. (Sebelumnya dari bulan Agustus sampai September 2008  selain ke dokter saya juga menjalani terapi pijat refleksi)</p>
	<p>Saat itu kami berpikir, sapa tahu si kecil datang pada saat kami istirahat dan pasrah. Karena kata orang biasanya si kecil datang di saat calon ortunya tidak terlalu mengusahakannya.</p>
	<p>Tapi tunggu punya tunggu sampai tahun berganti, si kecil belum datang juga.Awal tahun 2009, saya telpon dr.Taufik, menanyakan saran beliau mengenai tes alergi sperma. Seperti biasa, dr.Taufik selalu memberi semangat dan tidak melarang kami untuk melakukan ikhtiar tersebut, beliau merekomendasikan RSB.YPK untuk kami lakukan uji antibodi anti sperma.</p>
	<p><strong>Immunology Therapy</strong><br />
Januari 2009, setelah konsultasi dengan dr. Taufik, selanjutnya kami lakukan <a href="<http://littlebee.blogsome.com/2009/02/16/tetap-ikhtiar-asaanti-sperm-antibody/">ikhtiar tes imunologi</a> di RSB YPK. </p>
	<p>Cerita lengkap tentang ikhtiar terapi imunologi ini ada di <a href="<http://littlebee.blogsome.com/2009/06/24/tetap-ikhtiar-tes-alergifrt-nfrt-dan-pre-pli/">sini</a> dan di <a href="<http://littlebee.blogsome.com/2009/06/28/tetap-ikhtiar-pli/">sini</a>.</p>
	<p><em>(<a href="http://littlebee.blogsome.com/2009/10/26/embiperjalanan-panjang-menjemput-si-kecilpart3/">bersambung</a>)</em>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://littlebee.blogsome.com/2009/10/25/embi-terapi-herbal/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>[eMBi]Perjalanan Panjang Menjemput si Kecil(bag.1)</title>
		<link>http://littlebee.blogsome.com/2009/10/24/test-scheduled/</link>
		<comments>http://littlebee.blogsome.com/2009/10/24/test-scheduled/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 12:34:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>littlebee</dc:creator>
		
	<category>Wanita</category>
	<category>Katarsis</category>
	<category>Bebas Parkir</category>
	<category>Hamil</category>
		<guid>http://littlebee.blogsome.com/2009/10/24/test-scheduled/</guid>
		<description><![CDATA[	Tidak kurang dari 3 tahun kami menunggu kedatangan si kecil, setelah melalui jalan panjang berbagai ikhtiar untuk menjemputnya. Dua tahun terakhir yang sangat menguras materi,tenaga, pikiran, emosi dan perasaan, ujian berat yang alhamdulillah bisa kami lalui. 
	Akhirnya di saat semua ikhtiar, semangat, dan pengharapan sudah kami kembalikan pada yang Maha Memilikinya&#8230;amanah itu diberikan juga kepada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Tidak kurang dari 3 tahun kami menunggu kedatangan si kecil, setelah melalui jalan panjang berbagai ikhtiar untuk menjemputnya. Dua tahun terakhir yang sangat menguras materi,tenaga, pikiran, emosi dan perasaan, ujian berat yang alhamdulillah bisa kami lalui. </p>
	<p>Akhirnya di saat semua ikhtiar, semangat, dan pengharapan sudah kami kembalikan pada yang Maha Memilikinya&#8230;amanah itu diberikan juga kepada kami berdua.  Allohuakbar, semua hanya Kuasa dan Ijin-Nya&#8230;Jika DIA sudah berkehendak&#8230;Kun Fayakun!!!Tiada apapun yang bisa menghalanginya.<a id="more-261"></a></p>
	<p>Semoga para pembaca yang kebetulan menyempatkan diri membaca tulisan saya ini bisa mengambil pelajaran dan hikmah dari pengalaman hidup kami. <em>Semoga tidak bosan membacanya, karena tulisan ini cukup panjang. Hehe&#8230;</em></p>
	<p><strong>When Our Miracle Baby comes</strong></p>
	<p>Miracle Baby(eMBi) kami menyebutnya, karena dia merupakan <strong>salah satu dari keajaiban</strong> Allah SWT yang pernah kami temui. Hal ini bukan berarti kami mengecilkan makna keajaiban untuk peristiwa kehamilan lainnya yang dipermudah kejadiannya.  eMBi telah menjadi jalan bagi kami untuk meyakini bahwa Kuasa Allah di atas segalanya, kita manusia hanya seolah-olah berusaha, semua terjadi karena IzinNya semata.</p>
	<p>eMBi kami datang setelah rangkaian banyak ikhtiar dan kejadian hidup yang harus kami alami terlebih dahulu. Dia datang di saat kami berdua hampir tidak memiliki asa lagi untuk meminta, di saat semua harapan, doa dan ikhtiar sudah kami kembalikan kepada tempat kembalinya segala urusan.</p>
	<p><strong>Haunted Endometriosis Dextra</strong></p>
	<p>Februari 2007, seorang dokter kandungan senior di Bandung, memvonis saya menderita endometriosis dextra di ovarium sebelah kanan, dengan ukuran 3.00 cm x 3.50 cm. <em>Shock</em>, sedih,takut, dan tidak pernah menyangka sama sekali kalau sakit bulanan yang saya sering alami dari dulu ternyata bukan gejala sakit biasa; melainkan menjadi salah satu sebab ditundanya kami mendapatkan momongan.  </p>
	<p>Dokter yang menangani saya saat itu, memberi waktu 3 bulan kepada kami untuk mencoba program kehamilan alami(tanpa obat penyubur, inseminasio, maupun bayi tabung), setelah sebelumnya memberi tindakan HSG, yaitu upaya untuk mengetahui morfologi dari rahim(ukuran dan kondisi saluran telur). Alhamdulillah, hasil HSG-nya normal.</p>
	<p>Tiga bulan belum kunjung hamil juga, akhirnya saya kembali mendatangi dokter tersebut, dan kemudian dokter mengharuskan saya operasi laparaskopi untuk menghilangkan penyakitnya, jika penyakitnya masih ada dokter tersebut tidak mau membantu kami untuk berupaya melakukan program kehamilan alami. Hiks&#8230;</p>
	<p>Akhirnya kami kembali ke Jakarta lagi, dengan perasaan bingung dan sedih, sementara saya sendiri sangat takut untuk operasi, selain biayanya mahal, resikonya juga tinggi. Saya pernah dengar cerita, ada orang yang setelah laparaskopi, saluran telurnya malah rusak, bahkan ada juga yang rahimnya rusak dan lebih sulit lagi untuk bisa hamil.</p>
	<p>Karena ketakutan tersebut, saat itu saya bertekad untuk bisa sembuh/hamil tanpa harus operasi. Meskipun sangat ingin segera memiliki momongan, tapi saya lebih baik menunggu saat yang tepat dan dalam kondisi yang sebaik-baiknya.</p>
	<p>Maka dimulailah perjuangan itu, saya ikhtiar lahir batin supaya bisa sembuh. Memperbanyak doa dan meminta doa dari banyak orang untuk kesembuhan saya. </p>
	<p>Upaya lahir, saya mulai  mencari pengobatan alternatif, dari mulai herbal(lokal dan import), jamu, pijat refleksi, sampai bekam. Semua tidak mendatangkan hasil seperti yg diharapkan,jangankan  bisa hamil, tiap bulan masih juga tersiksa kalo pas haid, tiap periksa ke dokter, endometriosisnya juga jangankan hilang, yang ada malah bertambah besar,ukuran terbesar pernah mencapai 3.75 cm yaitu pada saat saya mendatangi dokter yang selain tidak  ramah dia juga mengatakan bahwa saya tidak bisa hamil selama endomentriosisnya masih ada, dia bilang solusinya hanya operasi. Saya makin sedih dan stres, dan ternyata stres itu malah memperburuk keadaan. Ibarat pupuk yang membuat endometriosis makin subur berkembang.</p>
	<p><em> (<a href="http://littlebee.blogsome.com/2009/10/25/embi-terapi-herbal/">bersambung</a>)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://littlebee.blogsome.com/2009/10/24/test-scheduled/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>September Ceria</title>
		<link>http://littlebee.blogsome.com/2009/09/01/september-ceria/</link>
		<comments>http://littlebee.blogsome.com/2009/09/01/september-ceria/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 15:29:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>littlebee</dc:creator>
		
	<category>Katarsis</category>
		<guid>http://littlebee.blogsome.com/2009/09/01/september-ceria/</guid>
		<description><![CDATA[	Setiap masuk bulan september, saya suka teringat beberapa teman yang menikah di bulan ini. Kebahagiaan yang mereka rasakan pada saat itu, mungkin sama dengan apa yang saya rasakan, karena saya juga diberi kesempatan oleh-Nya untuk memulai hidup baru pada bulan ini. 
	Hari ini, tiga tahun yang lalu, tepat 16 hari menjelang hari-H, saat itu berbagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Setiap masuk bulan september, saya suka teringat beberapa teman yang menikah di bulan ini. Kebahagiaan yang mereka rasakan pada saat itu, mungkin sama dengan apa yang saya rasakan, karena saya juga diberi kesempatan oleh-Nya untuk memulai hidup baru pada bulan ini. </p>
	<p>Hari ini, tiga tahun yang lalu, tepat 16 hari menjelang hari-H, saat itu berbagai perasaan campur aduk menjadi satu, bahagia, deg-degan, stres, bingung, khawatir, juga berbagai rasa lainnya, dan yang pasti capek fisik, karena saya harus bolak-balik Jakarta-Bandung. </p>
	<p>Selain persiapan untuk pernikahan, pekerjaan kantor pun cukup menyita energi dan pikiran. Bagaimana tidak,  pada saat itu untuk pertama kalinya saya diberi tanggung jawab penuh oleh kantor untuk meng-<em>handle</em> suatu proyek. Tapi pernikahan juga merupakan proyek yang sangat besar sepanjang hidup saya, sama-sama harus diperjuangkan; bahkan lebih harus diprioritaskan dari proyek apapun. Hehe. <a id="more-241"></a></p>
	<p>Persiapan pernikahan yang hanya lebih kurang 20 hari sejak ditetapkan tanggal, merupakan proyek yang agak &#8220;mustahil&#8221; bisa berjalan dengan sukses, dengan segala keterbatasan yang ada. Saya sering mendengar, ada orang yang sudah mempersiapkan pernikahan selama 6 bulan sampai 1 tahun pun, acara masih berjalan kurang sukses, dan berasa kurang waktu, apalagi saya yg hanya memiliki waktu 20 hari dikurangi hari kerja saya dan calon suami di Jakarta, efektifnya mungkin cuma 1 minggu setelah saya diizinkan cuti oleh kantor. Tapi saya dan calon suami pada saat itu yakin, bahwa kami berdua bisa mempersiapkan semua dengan sebaik-baiknya. </p>
	<p>Bagi anda yang berniat untuk memulai hidup baru, tapi dihadapkan pada segala macam keterbatasan, seperti waktu dan biaya, jangan menyerah!! Mungkin pengalaman kami bisa dijadikan salah satu acuan. </p>
	<p>Berikut ini adalah pengalaman kami pada saat persiapan pernikahan:</p>
	<p><strong>Urusan KUA</strong><br />
Hal terpenting yang harus diperhatikan pada saat kita akan melaksanakan pernikahan adalah keabsahan pernikahan itu sendiri, jika ingin tercatat secara sah, diakui oleh agama, juga negara. Langkah yang harus dilakukan adalah mengurus dokumen-dokumen penting yang menjadi syarat terjadinya pernikahan. Untuk calon mempelai wanita, harus ada surat keterangan dari RT/RW yang sesuai dengan KTP tempat dimana dia tinggal. Sedangkan untuk laki-laki, harus ada NA(saya ga tau persis, apa singkatannya), tapi semacam surat keterangan juga, dari RT/RW, sampai tingkat Kelurahan. Surat-surat tersebut yang sudah disahkan oleh pejabat setempat, kemudian harus diserahkan kepada pihak KUA, tepatnya diserahkan kepada penghulu tempat dimana pernikahan tersebut akan dilangsungkan(biasanya di tempat tinggal mempelai perempuan).</p>
	<p><strong>Tempat Akad dan Resepsi</strong><br />
Untuk yang beragama Islam pemilihan mesjid merupakan tempat yang tepat untuk meresmikan ikatan suci ini,(makanya banyak yang menikah di Mekkah ya, meskipun ga ada jaminan langgeng juga, hehe). Pada saat itu saya memilih Masjid Agung Cimahi menjadi tempat akad sekaligus resepsi, karena kebetulan mesjid ini selain strategis, juga memiliki ruang serba guna yang bisa digunakan untuk pesta kecil-kecilan dengan undangan sampai 300 orang. Ruangannya cukup bersih, dan harganya pun lebih murah dibandingkan dengan gedung. Ada kelebihan lainnya, jika kita melangsungkan pernikahan di area mesjid, yaitu bisa berbagi rezeki dengan saudara-saudara kita yang jadi pengurus di sana.</p>
	<p><strong>Kartu Undangan</strong><br />
Jika waktu sudah sangat mendesak, sebaiknya carilah teman yang memiliki kenalan yang kerja di percetakan kartu undangan, karena umumnya kartu undangan dicetak minimal 1 bulan sebelum hari-H. Saya sendiri saat itu memesan di temannya kakak yang kerja di percetakan, desain saya masukkan 2 minggu sebelumnya, seminggu kemudian orang percetakan akan mengkonfirmasi isi undangan dengan memberikan 1 contoh undangan yang akan diperbanyak. Jika tidak ada kesalahan penulisan, maka kartu bisa langsung dicetak sebanyak jumlah yang diinginkan; dan 3 hari kemudian undangan sudah bisa diambil dan siap disebar. Sebenarnya waktu 2 minggu sangatlah kurang, dan cukup beresiko untuk pembuatan kartu, karena kemungkinan salah cetak atau isi yang tidak sesuai,sangatlah tinggi. Selain itu, waktu untuk pengiriman undangan juga sangat kurang.</p>
	<p><strong>Salon dan Fotografi</strong><br />
Pada saat itu salon yang saya pilih kebetulan ada rekanan dengan studio foto, sehingga cukup kontak orang salonnya, 2 kebutuhan terpenuhi, salon dan foto. Bahkan salon yang saya pakai saat itu ternyata menerima pembuatan gaun pengantin juga, hebatnya dia bisa menyelesaikan 1 kebaya dan kerudung berpayet dalam waktu kurang dari 1 minggu, padahal jika dibandingkan dengan tukang jahit sebelumnya dibutuhkan waktu 3 minggu, itupun tidak termasuk pemasangan payet.<br />
Jadi, untuk para calon pengantin, pintar-pintarlah memilih salon.</p>
	<p><strong>Katering</strong><br />
Jika biaya anda terbatas dan tidak memungkinkan untuk mengambil katering, pilihan memasak sendiri, mungkin bisa jadi solusi. Kebetulan ibu saya ada teman yang biasa masak di katering, jadi di-<em>hire</em>-lah dia bersama seorang stafnya, dan untuk armada masak lainnya, kami dibantu oleh saudara, kerabat, dan tetangga. Yang pada hari-H mereka bisa merangkap juga sebagai penjaga stan makanan. Hebat kan??:D Sedangkan untuk peralatan, bisa menyewa beberapa barang dari perusahaan katering atau pemberi jasa sewa peralatan pesta. Terhitungnya akan lebih murah.</p>
	<p><strong>Souvenir</strong><br />
Waktu 2 minggu, juga tidaklah memungkinkan untuk memesan souvenir, kecuali membeli souvenir yang sudah jadi.<br />
Tapi pada saat itu, saya berinisiatif untuk membuat souvenir sendiri, yang walaupun tidak eksklusif tapi saya punya desain sendiri yang  mungkin pada saat itu tidak pernah ada yang sama dengan souvenir-souvenir pernikahan lainnya. Dengan bahan-bahan murah,  saya ciptakan souvenir pernikahan saya, sangat sederhana, tapi semoga saja bermanfaat untuk mereka yang mendapatkannya.</p>
	<p>Karena bahan yang digunakan adalah manik-manik kecil, saya mengumpulkan sejumlah anak-anak tetangga usia SD untuk membantu, saya memberi upah Rp.100 untuk setiap untai manik-manik yang mereka buat, pekerjaannya sangat mudah, hanya memasuk-masukkan manik-manik ke dalam benang; kemudian untuk <em>finishing touch</em> dan QA,  saya sendiri yang melakukannya, dengan demikian saya bisa memastikan kualitas souvenir tetap terjaga,hehe. Anak-anak itu sangat membantu, karena mereka berlomba untuk menghasilkan banyak, supaya upahnya juga banyak.  **Senangnya bisa menciptakan lapangan kerja, meskipun sesaat. Ini menjadi salah satu kesan istimewa untuk pernikahan saya yang semoga cuma 1 kali seumur hidup. Aamiin**</p>
	<p>Fiuuuhh&#8230;.capek ya  ngurus-ngurus pernikahan, sekarang mari kita bernyanyi, hehe&#8230;!Lagu ini saya persembahkan juga untuk teman-teman saya yang menikah di bulan September. </p>
	<p>Selamat Ulang Tahun Pernikahan yang ke-9(8 September) untuk bu Sussy dan pak Budi; dan<br />
Selamat Ulang Tahun Pernikahan yang ke-4(10 September) untuk Enggar dan Didi.</p>
	<p>Semoga kita semua selalu dalam keberkahan-Nya.</p>
	<p>Untuk yang membutuhkan file mp3-nya bisa diambil di <a href="http://www.4shared.com/file/51647097/4ec5d42b/September_Ceria_-_Vina_%20%20Panduwinata.html">sini</a>.</p>
	<p>Ini klip jadulnya:</p>
	<p><object width="425" height="344"><br />
<param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/QP_MGTzuTvk&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;"></param>
<param name="allowFullScreen" value="true"></param>
<param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/QP_MGTzuTvk&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="400" height="344"></embed></object></p>
	<p><strong>SEPTEMBER CERIA</strong></p>
	<p>Di ujung kemarau panjang, yang gersang dan menyakitkan<br />
Kau datang menghantar berjuta kesejukan<br />
Kasih&#8230;kau beri udara utk nafasku<br />
Kau beri warna bagi kelabu jiwaku</p>
	<p>Tatkala butiran hujan, mengusik pipi yg semu<br />
Kau hadir di sini di batas kerinduanku<br />
Kasih, kau singkap tirai kabut di hatiku<br />
Kau isi harapan baru utk menyongsong masa depan bersama</p>
	<p>September ceria, september ceria<br />
Milik kita bersama</p>
	<p>Ketika rembulan tersenyum di antara mega biru<br />
Kutangkap sebersit isyarat di matamu<br />
Kasih, kau sibak sepi di sanubariku<br />
Kau bawa daku berlari dalam asmara dan mendamba bahagia</p>
	<p>September ceria, september ceria&#8230;<br />
Milik kita bersama</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://littlebee.blogsome.com/2009/09/01/september-ceria/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Pembantuku Sayang</title>
		<link>http://littlebee.blogsome.com/2009/08/19/pembantuku-sayang/</link>
		<comments>http://littlebee.blogsome.com/2009/08/19/pembantuku-sayang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 02:57:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>littlebee</dc:creator>
		
	<category>Wanita</category>
	<category>Bebas Parkir</category>
		<guid>http://littlebee.blogsome.com/2009/08/19/pembantuku-sayang/</guid>
		<description><![CDATA[	Pembantu, atau orang yang memberikan bantuan kepada kita untuk meringankan pekerjaan rumah sehari-hari, bagi sebagian orang mungkin pekerjaan ini dianggap remeh dan hina. Tapi untuk orang-orang tertentu, misalnya pasangan suami istri yang bekerja dua-duanya, peran pembantu ini menjadi sangat penting. 
	Meskipun kadang pembantu memberi masalah yang rumit bagi majikannya, tetapi tetap saja keberadaannya selalu dibutuhkan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img src="http://wb8.itrademarket.com/pdimage/88/872588_prt.jpg" alt="pembokat" height="120" width="120" align="left" />Pembantu, atau orang yang memberikan bantuan kepada kita untuk meringankan pekerjaan rumah sehari-hari, bagi sebagian orang mungkin pekerjaan ini dianggap remeh dan hina. Tapi untuk orang-orang tertentu, misalnya pasangan suami istri yang bekerja dua-duanya, peran pembantu ini menjadi sangat penting. </p>
	<p>Meskipun kadang pembantu memberi masalah yang rumit bagi majikannya, tetapi tetap saja keberadaannya selalu dibutuhkan. Kasarnya banyak orang yang tidak kapok memiliki pembantu meskipun sudah berapa puluh orang yang sudah jadi mantan pembantunya; entah dijadikan mantan karena dipecat secara tidak hormat, si pembantu yang mengundurkan diri atau pergi tanpa kabar dan tidak kembali.<a id="more-255"></a></p>
	<p>Ada banyak cerita di sekitar kita tentang pembantu, mulai dari yang polos, ganjen, o&#8217;on, tulalit, malas, suka mencuri, kerjanya jelek, ga jujur, dan lain sebagainya. Beberapa teman saya memiliki pengalaman yang beragam tentang pembantunya, ada yang suka berpakaian seksi, handphone maniac(tidak pernah berhenti ber-HP ria, kapanpun dan dimanapun), tulalit/o&#8217;on, suka berbohong, sering minjam uang(kasbon), bahkan ada yang suka berpacaran di rumah majikannya pada saat yang punya rumah sedang tidak ada.</p>
	<p>Bagi saya sendiri, pengalaman memiliki pembantu dimulai pada saat baru menikah. Dari kecil sampai beberapa bulan setelah menikah, saya tidak terbiasa dengan keberadaan pembantu, karena ibu saya selalu mengerjakan semua pekerjaan rumah sendiri, selain itu anak-anaknya terutama saya selaku anak perempuan satu-satunya, selalu dibiasakan untuk membantu beliau memasak, mencuci dan mengurus rumah. Tetapi kondisi setelah menikah, ternyata sangatlah berbeda, terlebih lagi kondisi saya selaku ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah, sangatlah sulit mengatur waktu, tenaga dan pikiran supaya semua tugas bisa ditangani dengan baik. Tangan saya yang cuma dua, ternyata memang tidak cukup mampu untuk mengerjakan semuanya, walaupun semangat masih berkobar-kobar, tapi apa daya tangan tak sanggup. </p>
	<p>Jika pekerjaan rumah terselesaikan dan rumah rapi jali, maka hobi saya terabaikan,  saya tidak sempat baca-baca buku, tidak sempat yoga, apalagi pergi ke spa. Dan sebaliknya, jika saya keasyikan mengerjakan hobi, maka rumah akan kotor, berantakan seperti kapal pecah. Akhirnya, pada bulan ketiga pernikahan, saya mulai <em>hunting</em> pembantu, tanya-tanya upah umum pembantu, mulai tarif yang cuma cuci-gosok saja, atau pembantu yang <em>all day care</em>, mengerjakan semua pekerjaan rumah. </p>
	<p>Inilah cerita mengenai pembantu-pembantu saya:</p>
	<p><strong>Pembantu pertama</strong>,  orangnya tipe &#8220;pebisnis&#8221; sekali, benar-benar gak mau rugi, penuh dengan tawar menawar, dari sebelum bekerja saja sudah nawar, padahal saya juga sudah tahu &#8220;harga pasaran&#8221; untuk tenaganya dia. Karena saya orangnya malas ngotot-ngototan, ya sudah, ngalah saja, dengan niat pengen liat dulu kerjanya dia, kalo tidak memuaskan ya pecat saja, cukup sebulan pake dia, begitu pikir saya waktu itu. Mulailah dia bekerja, sebut saja namanya mbak P. </p>
	<p>Mbak P ini sebenarnya kerjanya cekatan, malah cenderung terburu-buru, mungkin karena dia kejar setoran di tempat lain juga(setau saya dia bekerja di 3 rumah). Entah karena rumah saya adalah rumah ketiga yang dia kunjungi setiap harinya, sehingga dia bekerja di tempat saya dengan sisa tenaganya, dan tentulah hasil pekerjaannya mengecewakan, terutama untuk cuci piring, saya sering sekali menemukan alat makan yang masih kotor, atau masih bau sabun. Akibatnya, suami saya lah yang paling sering uring-uringan, bahkan dia sampai ngotot pengen memecat si mbak P ini secepatnya, padahal baru juga kerja beberapa hari&#8230;hehe&#8230;</p>
	<p>Ada lagi yang saya gak suka dari mbak P ini, orangnya ngatur banget, mungkin karena dia melihat saya lebih muda darinya, dia berani banget untuk kerja semau-maunya, penuh tawar-menawar. Mulai dari waktu kerja, asalnya saya minta dia kerja pagi-pagi, sebelum kami pergi ngantor, terus dia nawar lagi, gak bisa katanya, karena pagi harus kerja di tempat lain, dia minta kerja siang-siang pas saya di kantor. Saya ijinkan saja, dengan catatan dia harus ambil dan antar kembali kunci rumah ke kantor saya, yang kebetulan jaraknya ga terlalu jauh, 5-10 menit jalan kaki.  Sehari dua hari, dia masih mau bolak-balik ambil kunci, tapi hari ketiga, dia nawar lagi, katanya malu sama satpam kantor saya karena harus bolak-balik nganterin kunci, trus dia minta pegang kunci duplikat. Ya sudah, saya buatkan juga. Minggu pertama sampai minggu kedua, tidak ada keluhan, cukup damai. Masuk minggu ketiga, dia mulai komplen lagi, katanya dia kecapean kerja, terlalu banyak yg dia pegang, terus dia minta naik gaji&#8230;dia cerita bahwa dia sedang berjuang untuk menyekolahkan anaknya. Aseem dah&#8230;belom juga kerja sebulan, dah minta naik gaji. Saya mulai jengkel, saya bilang ke dia kalau emang kecapean kerja, tolong carikan orang buat kerja di tempat saya. Eh dia bilang, katanya sudah ditawarkan ke temannya, tapi gak ada yang mau&#8230;.**jadi mau loe apa,mbok??**. Akhirnya, saya gak terlalu menggubris lagi keluh-kesahnya dia, toh sudah mantap dalam hati, pas saya ada uang, saya mau bayar gaji dia, sekaligus PHK. Selesai!</p>
	<p><strong>Pembantu kedua</strong>, orangnya lugu, cantik, dan <em>look smart</em>; sebut saja namanya Mawar(hihi&#8230;seperti nama korban di berita kriminal). Si Mawar ini pada saat mulai bekerja di saya, belum 3 bulan tinggal di Jakarta, dia ikut suaminya yang sudah lama kerja di sini sebagai tukang angkut sampah yang sering lewat rumah saya. Mawar lebih muda dari saya, meskipun sudah punya 1 orang anak dan ditinggal di kampung bersama neneknya. </p>
	<p>Ada yang saya suka dari Mawar, cara berpakaiannya yang rapi dan sopan, dan dia tidak suka membuka jilbabnya pada saat bekerja, jika kebetulan suami saya sedang di rumah. Saya juga suka, jika dia disuruh merapikan buku-buku saya, dia kadang membacanya bahkan suka meminjam beberapa untuk dia baca di rumahnya. **<em>Saya jadi curiga, jangan-jangan dia mahasiswi yang sedang menyamar jadi pembokat</em>** Saya dan suami juga cukup puas dengan hasil kerjanya yang bersih, rapi, dan punya inisiatif sendiri untuk bekerja, tanpa perlu saya capek-capek ngasih instruksi. Tapi sayang sekali, hubungan kerja kami dengan Mawar tidak bisa bertahan lama, dia kembali ke kampung dengan alasan anaknya gak mau diajak ke Jakarta, dia juga bilang sebenarnya dia betah kerja di saya, tapi dia berat ninggalin anaknya. Ya sudah, selamat jalan,Mawar&#8230;terima kasih untuk pengabdiannya kepada kami.</p>
	<p><strong>Pembantu ketiga</strong>, sebut saja ibu koming.com;  sudah hampir 2 minggu bekerja di rumah saya, mengerjakan semua pekerjaan rumah, kecuali masak. Hasil kerjanya lumayan memuaskan, hasil cuciannya bersih, dan setrikanya rapi, ngepelnya juga bersih, yang agak kurang adalah hasil cuci piringnya, kadang suka kurang bersih untuk kotoran berupa lemak atau sisa-sisa makanan yang berkerak, selain itu juga cara menata peralatan di rak pengering tidak memuaskan, padahal saya sudah memberi tahu sekaligus memberi contohnya, tapi entahlah, mungkin sudah kebiasaan. Untuk kebiasaan yang satu ini, kadang saya suka cuci piring sendiri saja.</p>
	<p>Begitulah kisah para pembantu saya sampai saat ini, semua ada lebih dan kurangnya, tapi yang pasti saat ini saya cukup terbantu. Dengan keberadaan mereka saya bisa memiliki lebih banyak waktu untuk kesenangan saya seperti membuat pernak-pernik, membaca buku dan majalah favorit saya, menonton film sambil mengemil, yoga tiap hari, blogging, belajar masak lagi, dan yang lebih penting saya memiliki banyak waktu bersama suami, seperti jalan-jalan di akhir pekan tanpa harus &#8216;bekerja bakti&#8217; dulu mencuci baju kotor selama seminggu, nonton film ke bioskop dalam kondisi yang masih fresh, bukan sisa tenaga; dan masih banyak lagi kegiatan lainnya. </p>
	<p>Ternyata  memiliki pembantu banyak untungnya, selain kita memiliki lebih banyak waktu, tenaga, dan pikiran untuk hal-hal yang lebih penting, kita juga turut membuka lapangan kerja untuk orang-orang di sekitar kita yang memiliki keterbatasan skill, keterbatasan ilmu, dan keterbatasan modal untuk berusaha. Semoga dengan begitu, kita bisa mengurangi jumlah &#8220;ekspor&#8221; TKI ke luar negeri. </p>
	<p>Memang gaji di sini tidak lebih tinggi daripada pembantu di luar negeri, tapi setidaknya mereka bisa tetap berada di negeri sendiri, dekat dengan keluarga dan saudara-saudaranya.  Meskipun kita tidak bisa memberi gaji yang tinggi, karena pertimbangan &#8220;tidak ingin melanggar standar gaji umum&#8221;, tapi kita juga bisa memberi lebih kepada mereka, misalnya memberi makanan jika kebetulan kita berlebih, atau pakaian layak pakai, atau <em>goodwill</em> lainnya.</p>
	<p>Bagaimana dengan anda??</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://littlebee.blogsome.com/2009/08/19/pembantuku-sayang/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Tea For Two - Wanita dan KDRT</title>
		<link>http://littlebee.blogsome.com/2009/08/18/tea-for-two-wanita-dan-kdrt/</link>
		<comments>http://littlebee.blogsome.com/2009/08/18/tea-for-two-wanita-dan-kdrt/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 08:22:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>littlebee</dc:creator>
		
	<category>Wanita</category>
	<category>Bebas Parkir</category>
		<guid>http://littlebee.blogsome.com/2009/08/18/tea-for-two-wanita-dan-kdrt/</guid>
		<description><![CDATA[	Dua minggu yang lalu, suami saya membelikan beberapa buku yang genre-nya lagi saya suka. Buku itu antara lain: Toilet(by Endang Rukmana), New Emon(buku ke-2 Tuilet, by Oben Cedric), dan Tea For Two. 
	Dua Buku pertama merupakan buku ber-genre novel gokil, dan dua-duanya merupakan plesetan dari novel favorit saya &#8220;Twilight Saga&#8221;.  Sedangkan buku yang ketiga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img src="http://kutukutubuku.com/2008/_res/picture/10049-tuilet.jpg" alt="" align="left"/>Dua minggu yang lalu, suami saya membelikan beberapa buku yang genre-nya lagi saya suka. Buku itu antara lain: Toilet(by Endang Rukmana), New Emon(buku ke-2 Tuilet, by Oben Cedric), dan Tea For Two. </p>
	<p>Dua Buku pertama merupakan buku ber-genre novel gokil, dan dua-duanya merupakan plesetan dari novel favorit saya &#8220;Twilight Saga&#8221;.  Sedangkan buku yang ketiga merupakan sebuah novel metrotop lokal yang ditulis oleh Clara Ng. Toilet dan New Emon saya baca masing-masing sehari untuk setiap bukunya, dan itupun saya curi-curi waktu di sela-sela jam kantor, kalau pas ngantuk atau mentok ama kerjaan. Dua buku tersebut serius abis, serius ancur maksudnya&#8230;kocak banget, meskipun rada-rada jorok(dalam arti sebenar-benarnya, bukan menjurus ke hal-hal seksual lho! Saya tidak berkenan memberikan contohnya, karena siapa tahu saat anda membaca tulisan ini, anda sedang mengunyah makanan yg asin-asin atau sejenisnya,hihihi&#8230;pokoknya saya tidak berminat untuk mengurangi selera makan siapapun).<a id="more-254"></a></p>
	<p><img src="http://www.buku135.com/bookimages/Tea%20for%20Two.jpg" alt="" align="right"/>Kita langsung saja membahas buku yang ketiga, yaitu &#8220;Tea For Two&#8221;, selanjutnya kita singkat TFT. Adapun tema dari buku ini adalah tentang KDRT(Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Sebenarnya sangat bertentangan sekali dengan mood saya saat ini, yang lagi suka-sukanya baca buku yg sangat tidak serius, buku-buku yang bikin saya merasa rileks dan bisa tertawa lepas, baik itu tertawa sendiri ataupun bersama suami. Saya tertarik membaca TFT ini bermula dari iseng-iseng suka baca cerita di kolom Cerita Bersambung harian Kompas, saya sering mengikuti jalan ceritanya, meskipun sering juga terputus kalau suatu saat tidak menemukan koran tersebut di kantor. </p>
	<p>Gaya bahasa dan cara menulis Clara cukup enak dibaca, mudah dimengerti, dan bikin emosi kita terbawa ke alur cerita. Contohnya pada saat Alan mengintimidasi Sassy untuk memilih antara suami atau sahabat-sahabatnya; terasa banget betapa beratnya Sassy harus memilih, walaupun pada akhirnya dia meninggalkan sahabat-sahabat terbaiknya demi membuat suaminya senang. Dan masih banyak lagi situasi-situasi dalam cerita yang membuat kita ikut terbawa emosi; berbunga-bunga, bingung, sedih, marah, tertekan, dan lain sebagainya.</p>
	<p>Buku ini tidak hanya menyajikan fenomena kekerasan dalam rumah tangga dimana perempuan sebagai korbannya, tetapi juga memberikan inspirasi bagi para perempuan untuk sadar, apa penyebab dari KDRT, serta <em>survive</em> dan bisa keluar dari kondisi mengerikan tersebut.  </p>
	<p>Gambar diambil dari <a href="http://www.buku135.com/bookimages/Tea%20for%20Two.jpg">sini.</a> dan dari <a href="http://kutukutubuku.com/2008/open/14478/tuilet">sana</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://littlebee.blogsome.com/2009/08/18/tea-for-two-wanita-dan-kdrt/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>FLIGHTLESS BIRD - IRON &#038; WINE</title>
		<link>http://littlebee.blogsome.com/2009/08/14/flightless-bird-iron-wine/</link>
		<comments>http://littlebee.blogsome.com/2009/08/14/flightless-bird-iron-wine/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 12:14:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>littlebee</dc:creator>
		
	<category>Lyrics</category>
		<guid>http://littlebee.blogsome.com/2009/08/14/flightless-bird-iron-wine/</guid>
		<description><![CDATA[	Flightless Bird, American Mouth. Ini lagu romantis yang paling saya suka, apalagi kalo sambil liat adegan filmnya pas lagu ini melantun(Edward&#038;Bella di pesta prom), waduuuh&#8230;lupa umur dah&#8230;suka serasa jadi abege yg sedang dimabuk cinta&#8230;langsung keingetan suami,inget semua yg baik2nya&#8230;dan lupa semua salah2nya&#8230;cinta dah pokoknya!!! Kadang-kadang kalo terlalu hanyut mendengarkan lagunya, suami suka tiba2 menjelma menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Flightless Bird, American Mouth. Ini lagu romantis yang paling saya suka, apalagi kalo sambil liat adegan filmnya pas lagu ini melantun(Edward&#038;Bella di pesta prom), waduuuh&#8230;lupa umur dah&#8230;suka serasa jadi abege yg sedang dimabuk cinta&#8230;langsung keingetan suami,inget semua yg baik2nya&#8230;dan lupa semua salah2nya&#8230;cinta dah pokoknya!!! Kadang-kadang kalo terlalu hanyut mendengarkan lagunya, suami suka tiba2 menjelma menjadi Edward Culun&#8230;lebih culun eh lebih cakep dari Edward Cullen** menurut saya sendiri,tentunya,hihi&#8230; **<a id="more-253"></a></p>
	<p>Karena <em>beat</em> lagu ini cukup <em>slow</em>, cocok juga digunakan untuk terapi biar rileks, misal pas pulang kerja, sambil leyeh-leyeh pasang deh lagu ini,kalau saya biasanya dipadukan dengan album <a href="http://www.amazon.com/First-Love-Yiruma-Piano-Collection/dp/B000SY4NJC">First Love-nya Yiruma</a>,bisa langsung pulas tuh&#8230;zzz&#8230;.zzz&#8230;, ga bangun sampai pagi&#8230;hehe&#8230;.!! </p>
	<p><object width="425" height="344"><br />
<param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/7FddRcJwlT4&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;"></param>
<param name="allowFullScreen" value="true"></param>
<param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/7FddRcJwlT4&#038;hl=en&#038;fs=1&#038;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="398" height="344"></embed></object> </p>
	<p>File MP3-nya bisa diambil di <a href="http://www.4shared.com/file/67221336/1d8e68dd/11Iron__Wine_-_Flightless_Bird_American_Mouth.html">sini</a>.</p>
	<p>Liriknya:</p>
	<p>FLIGHTLESS BIRD, AMERICAN MOUTH by IRON &#038; WINE</p>
	<p>I was a quick wet boy, diving too deep for coins<br />
All of your street light eyes wide on my plastic toys<br />
Then when the cops closed the fair, I cut my long baby hair<br />
Stole me a dog-eared map and called for you everywhere </p>
	<p>Have I found you<br />
Flightless bird, jealous, weeping or lost you, american mouth<br />
Big pill looming </p>
	<p>Now I&#8217;m a fat house cat<br />
Nursing my sore blunt tongue<br />
Watching the warm poison rats curl through the wide fence cracks<br />
Pissing on magazine photos<br />
Those fishing lures thrown in the cold<br />
And clean blood of Christ mountain stream </p>
	<p>Have I found you<br />
Flightless bird, grounded, bleeding or lost you, american mouth<br />
Big pill stuck going down</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://littlebee.blogsome.com/2009/08/14/flightless-bird-iron-wine/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
	</channel>
</rss>
